Kapal Pesiar Inggris Tabrak dan Rusak Terumbu Karang Raja Ampat

0
241
A coral reef in Raja Ampat, Papua, Indonesia. The Greenpeace ship Rainbow Warrior is in Indonesia to begin its "100 Percent Indonesia: Protecting Our Ocean and Forest Together", which aims to tell the story of Indonesia's rich biodiversity and call for urgent action to ensure that the country's oceans and forests are protected.

IRIAN JAYA, patas.id – Evaluasi resmi mengenai kerusakan yang disebabkan oleh kapal pesiar Noble Caledonia karena menabrak terumbu karang di lokasi wisata Raja Ampat baru saja rampung. Menurut Ricardo Tapilatu, Kepala Riset Sumber Daya Laut Pasifik, serudukan kapal pesiar Noble Caledonia tersebut merusak lahan terumbu karang seluas kurang lebih 1.600 meter persegi.

Dilansir The Guardian, hancurnya terumbu karang Raja Ampat oleh kapal pesiar seberat 4.290 ton tersebut terjadi pada Sabtu (4 Maret 2017), usai penumpang Noble Caledonia singgah di Kepulauan Waigeo untuk mengamati burung. Kapal tersebut entah mengapa tiba-tiba menyeruduk terumbu karang di wilayah Raja Ampat dan merusak habitat alaminya. Kapal kemudian terjebak tak bisa bergerak.

“Sebuah kapal penarik kemudian didatangkan dari Sorong untuk menarik kapal pesiar tersebut kembali ke laut,” kisah Ricardo seraya menambahkan bahwa penarikan kapal tersebut seharusnya tidak dilakukan.

“Penarikan kapal seharusnya tidak dilakukan karena semakin merusak terumbu karang yang sudah rusak akibat tabrakan sebelumnya. Harusnya mereka menunggu sampai air pasang sehingga kapal bisa mengapung sendiri tanpa perlu ditarik.”

Usai diperiksa oleh pihak berwajib, kapal pesiar mewah itu kemudian melanjutkan perjalanan. Saat dihubungi media, pihak perusahaan menyatakan bahwa rusaknya terumbu karang Raja Ampat merupakan kecelakaan yang sangat disayangkan. “Noble Caledonia berkomitmen penuh atas perrlindungan lingkungan,” ujar juru bicara yang ditunjuk.

Pihak perusahaan juga berjanji akan berkerja sama dengan pihak pemerintah RI untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan. Ditambahkan pula bahwa kondisi kapal pesiar mereka baik-baik saja. Tabrakan itu tidak mengakibatkan kerusakan berarti.

Namun terumbu karang Raja Ampat hancur sudah. Menurut Ricardo, habitat dan ekosistem terumbu karang yang rusak mencakup hancurnya enam jenis batu karang langka termasuk acropora, porites, montipora and stylophora. “Padahal, untuk membangun habitat alami terumbu karang makan waktu berpuluh-puluh tahun,” tambahnya.

Tim evaluasi memperkirakan Noble Caledonia harus membayar ganti rugi kerusakan terumbu karang Raja Ampat sebesar $800-$1,200 atau sekitar Rp 10,6-16 juta per meter persegi atau total sekitar Rp 17-25 miliar. Ricardo mengatakan bahwa uang ganti rugi tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kembali habitat alami terumbu karang serta memasang pembatas laut agar kapal-kapal raksasa seperi Noble Caledonia tidak menyerobot masuk ke wilayah perairan dangkal seenaknya. (cho)

Comments

comments