Terima Suap dari Samsung, Presiden Korea Selatan Akhirnya Dilengserkan

0
216

KOREA SELATAN, patas.id – Mahkamah Konstitusi Korea Selatan akhirnya memutuskan pemakzulan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, Jum’at (10 November 2017) pagi.

Pemakzulan ini terjadi menyusul protes ribuan warga Korea Selatan yang berunjuk rasa secara damai atas korupsi yang dilakukan Park Geun-Hye serta beberapa pejabat eselon tinggi lainnya. Unjuk rasa tersebut berlangsung di jalan-jalan Korea Selatan selama berminggu-minggu.

Park Geun-hye dinonaktifkan sejak Desember lalu setelah adanya voting anggota dewan Korea. Park dimakzulkan setelah terbukti terlibat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan karena telah menerima suap puluhan juta dollar dari Samsung, perusahaan terbesar di Korea Selatan.

Sebelumnya, Samsung telah beberapa kali tersandung kasus penyuapan terhadap pejabat tapi perusahaan tersebut dianggap terlalu penting bagi perekonomian negara sehingga selalu dibiarkan lolos dari jerat hukum. Namun, Korea Selatan telah berubah. Seperti halnya Park Geun-hye, Lee Jae-yong pun kini dihadapkan ke pengadilan setelah unjuk rasa damai yang dilakukan warga Korea Selatan.

Berdasarkan UU Korea, pemilihan presiden baru harus dilakukan selambat-lambatnya 60 hari. Turunnya Park Geun-hye diperkirakan akan mengubah haluan politik Korea Selatan. Beberapa pejabat tinggi negara mengungkapkan keengganan mereka untuk berkonflik dengan Cina, niat mereka untuk meninjau ulang kerja sama dengan Amerika Serikat dalam bidang pertahanan, serta keinginan untuk berdamai dengan Korea Utara.

Park Geun-hye adalah presiden perempuan pertama Korea sekaligus presiden pertama yang dilengserkan. Park yang terpilih pada tahun 2012 dengan dukungan partai konservatif tersebut merupakan putri diktator Korea Selatan, Park Chung-hee, yang berkuasa pada 1961-1979. (cho)

Comments

comments