7 Bulan Penjara di Bali Bagi Mantan Wartawan Reuter Pemilik Narkoba Ini

0
338

BALI, patas.id — Ketua Hakim Pengadilan Negeri Bali, Erwin Djong, menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara pada mantan reporter Reuter, David Cox (55 tahun), setelah terbukti bersalah atas kepemilikan 10,09 gram hashish.

Fox yang berkewarganegaraan Inggris ditangkap pada Oktober 2016 lalu di wilayah Sanur menyusul tertangkapnya warga Australia, Giuseppe Serafino (49 tahun), yang memiliki 7,32 gram hashish. Penangkapan Serafino membuat polisi mengembangkan penyelidikan dan akhirnya menyeret Fox ke penjara Krobokan, Bali.

Dalam keputusannya, Ketua Hakim menyebutkan bahwa kepemilikan narkoba tak dapat dibenarkan dengan alasan apapun karena bisa merusak generasi muda Indonesia. Sebelumnya, tim pembela Fox menjelaskan bahwa hashish yang ditemukan di rumah Fox merupakan obat penyembuh trauma yang dialamai Fox akibat tugas-tugasnya sebagai jurnalis.

Fox adalah mantan wartawan yang pernah bekerja pada kantor berita Reuter (Inggris) selama 20 tahun sebelum akhirnya dipecat pada 2011 karena membuat pernyataan “tak pantas” dalam sebuah aplikasi pesan saat meliput reaktor nuklir dan tsunami di Jepang pada 2011.

Mengenai hukuman 7 bulan penjara dipotong masa tahanan tersebut, Fox mengaku lega. “Aku berterima kasih atas hukuman yang ringan ini,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya juga berterima kasih pada tim pembela, sahabat-sahabat, serta pendukung yang membantunya melewati masa-masa tahanan di Indonesia yang menurutnya memiliki sistem Bizantinium atau birokratis.

“Aku lega dan aku akan menunggu masa tahananku selesai. Aku akan membantu penghuni dalam dan luar penjara semampuku, jika nanti hukumanku selesai.”

Dengan hukuman 7 bulan penjara dipotong masa tahanan, Fox yang mengaku menyesali perbuatannya tersebut dipastikan bebas pada bulan Mei nanti, sementara putusan pengadilan bagi Giuseppe Serafino akan dijatuhkan pada Selasa (14 Maret 2017) depan. (cho)

Comments

comments