Kapolres Cianjur: Berita Penculikan Anak Adalah Hoax

0
390

CIANJUR, patas.id – Kabar mengenai aksi kriminalitas kembali viral. Kali ini muncul peringatan mengenai penculikan anak. Informasi tersebut menyebar melalui media sosial, pesan singkat, hingga selebaran kertas berlogo kepolisian.

Sebelumnya di Cianjur juga menyebar isu bohong terkait masuknya begal ke wilayah Cianjur yang kemudian dibantah oleh Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman.

Informasi yang meresahkan ini bermula dari media sosial yang kemudian menyebar selebaran berisi pesan berbunyi:

“Waspada ada penculikan anak-anak berusia 1-12 Tahun, Bapak-bapak Ibu-ibu harus menjaga anak kita dengan hati-hati. Penculik sedang ada dalam kampung-kampung dan dia menyamar sebagai penjual, Om Tololet, orang gila, ibu hamil, pengemis, dan lain-lain. Tolong disebarkan.”

Bahkan, beredar juga kabar yang menyatakan bahwa ada seorang tukang culik anak yang berpura-pura gila dan membawa dua kantong plastik serta sudah mendatangi tempat ngaji anak-anak di sejumlah wilayah.

Menanggapi selebaran yang menjadi viral tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman, menegaskan informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoax. “Menurut kami berita tersebut adalah bohong,” tegasnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (8 Maret 2017).

Menurut Budi, hingga sekarang Polres Cianjur belum menerima laporan adanya penculikan anak apalagi oleh beberapa orang yang dimaksud dalam sebelaran dan informasi di media sosial tersebut.

“Belum ada laporan sampai sekarang, dan memang itu berita hoax. Binmas belum pernah mengeluarkan informasi itu, termasuk di tingkat Polda Jabar.”

Budi berharap warga yang menerima berita dari media sosial untuk tidak langsung menyebarkan begitu saja. Sebuah berita mesti diperiksa kebenarannya supaya tidak membuat kekhawatiran. Meski begitu, dia berharap warga untuk selalu berhati-hati dari segala tindak kriminal. “Memang informasi itu baik khususnya bagi ibu-ibu, agar tidak membiarkan anaknya yang masih kecil bermain sendiri, harus ada pendamping. Namun jangan sampai meresahkan warga dengan menyebar informasi bohong,” jelasnya. (isl)

Comments

comments