Perampokan Bermodus Judi di Bali, Turis Selandia Jadi Korban

0
202

ELANDIA BARU, patas.id – Seorang turis asal Selandia Baru dirampok di Bali dengan modus penculikan dan perjudian yang membuatnya kehilangan uang sebesar NZ$2.000 atau sekitar Rp 18,7 juta.

Dilansir New Zealand Herald, korban yang adalah turis Selandia Baru tengah berlibur ke Bali bersama keluarganya. Pada Minggu (5 Maret 2017), korban bertemu dengan seorang pelaku, warga lokal Bali, yang mengajaknya mengobrol.

Saat mengetahui bahwa korban berasal dari Selandia Baru, pelaku mengatakan bahwa saudarinya akan bekerja di Auckland (Selandia Baru) sebagai suster dan mengajak korban pergi menemui saudarinya tersebut untuk menceritakan kehidupan di Auckland.

Korban yang tidak berprasangka tersebut akhirnya setuju. Bersama-sama mereka naik mobil menuju sebuah rumah. Namun, begitu masuk ke dalam rumah, korban didudukkan di depan sebuah meja dimana seorang lelaki dan perempuan Bali nampak sedang berjudi. Korban lalu dipaksa ikut berjudi selama 4,5 jam.

Saat uang kontan korban habis di meja judi, pelaku kemudian memaksa korban menguras seluruh uangnya di ATM dengan pengawalan. Setelah itu korban disuruh pulang naik taksi dan diberi sebuah ponsel dengan janji, “Akan kami hubungi.”

Menurut istri korban, begitu tiba di hotel, korban langsung menghubungi Kedutaan Selandia Baru di Jakarta. Oleh pihak kedutaan, korban diminta menghubungi polisi setempat lalu segera pulang ke Selandia Baru karena situasi dianggap tidak aman.

Dilansir news.com, penipuan bermodus serupa pernah menimpa sepasang warga Australia, Delys dan Norm Langford, pada 2011. Saat itu keduanya kehilangan uang sebesar AUS$18.000 atau sekitar Rp 182 juta akibat dipaksa berjudi dengan seorang yang mengaku pengusaha. (cho)

Comments

comments