Kapolres Bantah Keluarkan Hoax Begal Cianjur

0
256

CIANJUR, patas.id – Beredar informasi mengatasnamakan Kapolres Cianjur terkait masuknya begal ke Cianjur. Namun, Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman mengaku tak pernah mengeluarkan informasi tersebut.

Dalam kalimat pertama pesan yang beredar di Facebook, Whatsapps, dan BlackBerry Messenger tersebut disebutkan “Info dari kapolres Cianjur: Begal sudah mulai merambat ke wilayah Cianjur…!!!”

Ada 10 wilayah yang rawan begal disebutkan dalam pesan itu, di antaranya jalur Gekbrong arah Sukabumi, Cibeber dari arah Campaka sampai Cilaku, Pasirhayam arah jalan terminal menuju jalan baru pengalian pasir, Jalan Pramuka di sekitar Terminal Rawabango hingga Jangari, Jalan Baru Tungturunan, Ciranjang arah Bojongpicung hingga Desa Jati, Cikalongkulon dari dan menuju arah Jongol, Cikalongkulon dari arah Cikundul ke arah Waduk Maleber, Panembong dari arah Gedeh Kecamatan Cugenang, dan Cipanas dari arah Tapal Kuda menuju Istana Presiden.

Warga Cianjur pun diimbau untuk berhati-hati saat melintas wilayah tersebut. “Pada malam hari hujan dan pacu kendaraan anda saat melintas wilayah sepi, jangan mengendarai motor atau mobil larut malam, jangan berpakain mewah, jangan bermain HP saat mengendarai, apabila ada kendaraan dari belakang anda yang mencurigakan segera pacu kendaraan anda dan bunyikan klakson ..begal tidak segan untuk MEMBUNUH. Percayalah jika kalian sayang nyawa agar pengendara lain selalu berhati-hati pada saat berkendara motor atau mobil pada malam hari.
Waspadalah waspadalah waspadalah…!!!”

Begitulah pesan terakhir dalam informasi yang disebar tersebut.

Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman, mengaku tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut. Menurutnya Cianjur masih kondusif dan tidak ada begal dari wilayah manapun yang masuk ke Cianjur.

“Tidak, saya tidak pernah mengeluarkan informasi apapun terkait begal. Cianjur masih kondusif sampai sekarang, apalagi dari begal.”

Kapolres menyayangkan ada orang yang mengatasnamakan dirinya untuk informasi tersebut. Dia mengimbau warga untuk lebih cermat dalam menyaring informasi. Namun dia menambahkan kejahatan bisa terjadi kapan saja, oleh karenanya warga harus tetap berhati-hati apalagi saat malam hari. “Memang cukup disayangkan ada yang mengatasnamakan saya untuk informasi tersebut. Untuk menjaga keselamatan memang setiap orang harus waspada,” tuturnya.

Berdasar penyelusuran patas.id, hoax yang sama pernah beredar sebelumnya pada tahun 2015, bahkan kata-katanya pun persis serupa. Kapolres Cianjur pada 2015, AKBP Dedy Kusuma Bakti, juga membantah mengeluarkan informasi tesebut. (isl)

Comments

comments