Ada Pejabat yang Mengakomodir Pemasangan Reklame Rokok di Cianjur

0
242

CIANJUR, patas.id – Kepala Bidang Data Sistem Informasi, Peningkatan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Muzani Saleh menduga ada pejabat yang mengakomodir diperbolehkannya kembali pemasangan reklame roko di Cianjur.

“Reklame rokok itu sudah dilarang. Kalaupun ada, itu pasti tak berizin dan tak masuk PAD. Ya, mungkin masuk ke salah satu pejabat.”

Hal tersebut diungkapkan Muzani saat mendapatkan laporan dari Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur yang menemukan adanya reklame rokok di perempatan jalan menuju Jangari di Desa Bobojong Kecamatan Mande.

Di perempatan tersebut, terpasang reklame dari salah satu merek rokok terkenal dengan lebar lebih dari tiga meter dan tinggi lebih dari dua meter. Reklame yang berdiri di jalan kabupaten itu terlihat menonjol dengan posisi tihang yang berada di samping kanan jalan layaknya bendera.

BACA: Pemkab Jangan Hanya Ambil Manisnya, Ujar Provinsi

Muzani mengatakan, banyak reklame di Cianjur yang tidak menempuh izin, meskipun retribusinya tetap ditarik untuk mengantisipasi adanya potensi yang tak terserap.

“Meski urusannya dengan PAD, tetap harus menempuh perizinan. Kalau dibiarkan tentunya akan semakin banyak lagi yang tak berizin. Selain itu, akan banyak reklame rokok di Cianjur, padahal sudah dilarang.”

Larangan itu, tambah Muzani, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau yang mengatur tentang larangan iklan rokok.

Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Ketertiban Umum dan Keterntraman masyarakat Satpol PP dan Pemadan Kebakaran Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, mengatakan, pihaknya bakal segera menindak reklame yang tak berizin terutama reklame rokok tersebut.

“Kalau hari ini kondisi tidak memungkinkan, apalagi ukurannya besar. Kami juga tadi koordinasi dulu dengan perizinan untuk memastikan ada izinnya dan dilarang atau tidak, ternyata jawabannya tak ada izin dan memang tidak boleh ada reklame rokok, makanya segera akan dicopot,” tegasnya. (isl)

Comments

comments