Sempat Dirujuk ke Jakarta, Otopsi Muslim Tunggu Keputusan Polisi

0
273

CIANJUR, patas.id – M Muslim (17 tahun) siswa SMKN 1 Cilaku yang menjadi korban pembacokan pada bagian perut sempat menjalani penanganan intenif. Bahkan sebelum meninggal, korban dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

Hal itu diungkapkan Kepala Instalasi Pemulasaan Jenazah RSUD Cianjur, Dendi Kurniadi. Menurutnya, saat tiba di rumah sakit pukul ‎20.00 WIB, korban langsung ditangani dengan intensif oleh dokter dan perawat di IGD. “Begitu dibawa langsung dilakukan penanganan. Dokter jaga juga langsung turun tangan lantaran kondisinya yang parah,” ujarnya.

BACA: Pulang Rayakan Ultah Temannya, Siswa SMK Diclurit

Namun kondisi perut yang mengalami luka sabetan sepanjang 15 centimeter dengan usus yang hampir keluar membuat korban harus dirujuk ke rumah sakit lain yang bisa menangani lebih maksimal. Setelah mendapatkan persetujuan keluarga dan berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit, korban pun dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Waktu itu beberapa rumah sakit sudah penuh‎, seperti di Bandung dan Sukabumi. Dapatnya di Jakarta. Langsung dibawa begitu dana konfirmasi dari RS dan keluarga.”

Setelah dibawa ke Jakarta, dalam perjalanan ternyata korban mengalami penurunan kesadaran di kawasan Cisarua, Bogor. Melihat kondisi itu, tim medis langsung merubah tujuan ke RS Gunawan untuk mendapatkan penanganan sebelum melanjutkan ke Jakarta.

“Sekitar 10 menit di RS Gunawan, korban meninggal dunia karena kondisinya memang parah. Kemudian dibawa kembali ke Cianjur dan masuk ke IPJ sekitar pukul 02.00 WIB.”

Hingga Sabtu (18 Februari 2017) malam, jenazah Muslim masih disimpan di IPJ. Rencananya akan dilakukan otopsi terhadap jasad korban sebagai proses penyeledikan pihak kepolisian. “Kami masih tunggu keputusan polisi, kapan akan diotopsi. Sementara ini jenazah Muslim ada di IPJ,” tuturnya. (isl)

Comments

comments