Pulang Rayakan Ultah Temannya, Siswa SMK Dicelurit

0
271

CIANJUR, patas.id – ‎M Muslim (17 tahun) meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan. Siswa kelas II SMKN 1 Cilaku ini terkena sabetan celurit oleh siswa sekolah lain saat pulang dari perayaan ulang tahun temannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, kejadian itu bermula ketika Muslim pulang dari perayaan ulang tahun salah seorang temannya di Karangtengah, Jumat (17 Februari 2017) siang dan pulang menuju rumahnya di Kampung Bojongsari Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu ‎sekitar pukul 19.00 WIB setelah menyantap nasi liwet dalam perayaan ulang tahun temannya.

Korban yang adalah siswa jurusan Teknik Mesin tersebut tak pulang sendirian, melainkan bersama delapan orang teman yang rumahnya tak jauh dari alamatnya. Namun angkutan umum trayek 07 sudah tak lagi ada, sehingga mereka harus berjalan kaki dari perempatan Jalur Lingkar Timur-Munjul.

“‎Awalnya naik angkum, dari Karangtengah ke perempatan Munjul. Tapi udahnya jalan kaki, kan 07 sudah ngak mu narik kalau malam,” kisah Abdul Aziz Maulana (17 tahun), teman korban.

Belum genap seratus meter berjalan, tiga orang siswa dari sekolah lain yang mengendarai sepeda motor melaju melewati mereka. Awalnya, para siswa itu tak menanggapi siswa sekolah lain yang diduga dari SMK AMS. Namun, tak lama setelah sepeda motor yang melaju dengan lampu utama tidak dinyalakan tersebut lewat, tiba-tiba Muslim berteriak kesakian.

Muslim ternyata disabet mengunakan celurit oleh siswa berboncengan tiga yang melintas sebelumnya. Sayangnya, ‎kejadian yang begitu cepat dan kondisi jalan perbatasan Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur dan Desa Muncul Kecamatan Cilaku yang gelap, membuat mereka tak bisa menangkap para pelaku.

Kan awalnya nggak curiga, ada siswa yang menggunakan baju jurusan permesinan dari AMS pakai Yamaha Mio warna hijau melintas. Ternyata dia balik lagi sambil mematikan lampunya dan mengincar rombongan yang paling belakang. Kan yang paling belakang itu saya dengan Muslim.”

Melihat kondisi korban yang bersimbah darah dan usus mulai keluar, ‎temannya mencari pertolongan ke warga dan beruntung mendapatkan tumpangan kendaraan ke RSUD Cianjur. Tetapi, kondisi korban yang sudah parah membuat nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggl pada Sabtu (18 Februari 2017) dini hari.

“Beberapa jam setelah dibawa ke rumah sakit, saya dapat kabar kalau Muslim meninggal.”

Kapolsek Cianjur, Kompol Iskandar, mengaku setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Cilaku, lantaran tempat kejadian yang merupakan perbatasan dua kecamatan dan polsek. “Kami sudah lakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta kesaksian dari warga serta teman korban. Kami akan segera cari para pelaku yang telah menghilangkan nyawa korban,” tuturnya. (isl)

Comments

comments