Wisma Karya Digugat, Pengadilan Dikepung

2
239

CIANJUR, patas.id – Ratusan orang dari sejumlah Ormas dan mahasiswa mengepung Pengadilan Negeri kelas IIB Cianjur, Kamis (16 Februari 201) pagi.

Massa yang terdiri dari Pemuda Pancasila, Banser, PMII, DPD KNPI Cianjur, dan Kosgoro 1957 menuntut Wisma Karya tetap menjadi aset Pemkab Cianjur dan menolak gugatan atas sarana latihan atlet tenis meja tersebut.

Aksi tersebut bertepatan dengan sidang lanjutan gugatan Wisma Karya oleh Haryadi‎ Atmaja, yang mengaku pewaris dari pemilik gedung tersebut. Haryadi‎ mengaku mengatasnamakan Yayasan Tionghoa untuk menggugat Pemkab Cianjur, KONI Kabupaten Cianjur, dan PTMSI.

BACA: Saling Klaim Kepemilikan Wisma Karya

BACA: Banyak Pihak Optimis Wisma Karya Tetap Jadi Aset Pemkab

Di bawah guyuran hujan, massa yang datang sekitar pukul 10.00 WIB itu tetap menyuarakan penolakan. Lagu “Indonesia Raya” pun mengawali agenda unjuk rasa tersebut.

‎Tedy Wiradiredja, pewakilan masa dari PMII Kabupaten Cianjur, mengatakan dalam orasinya, bahwa Gedung Wisma Karya merupakan cagar budaya bagi warga Cianjur dan Indonesia secara umum. Jika ada yang menggugat, artinya telah melecehkan warga dan NKRI.

“Kami menganggap gugatan ini merupakan suatu pengkhianatan bagi warga Cianjur dan pengingkaran terhadap NKRI.”

Tedy menambahkan, apabila gugatan atas Wisma Karya tidak kunjung dicabut, maka massa akan terus melakukan aksi penolakan. Hal itu dilakukan guna memperjuangkan hak negara dan warga Cianjur. “Kami dari mahasiswa, pemuda, dan warga Cianjur secara keseluruhan akan terus memperjuangkan hak rakyat. Jangan sampai para atlet terbengkalai lantaran tempat latihannya diambil,” tegas dia. (isl)

Comments

comments