Terkait Transaksi Sewa, Pemkab Akan Panggil Pengelola Villa Kota Bunga

0
281

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman akan memanggil pengelola komplek perumahan Kota Bunga di Cipanas, Cianjur. Pasalnya pihak pengelola telah membiarkan adanya transaksi sewa vila di kawasan tersebut.

Sejatinya, vila di Kota Bunga hanya diperuntukkan bagi tempat hunian. Hal tersebut dikemukakan Herman saat ditemui di ruangannya, Kamis (9 Februari 2017).

“Izinnya untuk vila hunian, bukan untuk disewakanan tapi kenyataannya ada sewa-menyewa vila di sana (Kota Bunga). Makanya kami akan panggil pihak pengelola.”

Menurutnya, pemanggilan pihak pengelola akan sekaligus dengan peringatan pertama. Jika masih terjadi transaksi sewa vila, maka pemkab tidak akan segan untuk mencabut izin Kota Bunga. “Ya kalau tidak ikut aturan, konsekuensinya pencabutan izin. Tapi dilakukan secara bertahap, akan diberi peringatan dulu,” kata dia.

Herman mengatakan, maraknya transaksi sewa vila terbukti dengan temuan adanya turis asing asal Arab Saudi yang menyewa vila di sana. Bahkan akibatnya terjadi berbagai tindak kriminal, mulai dai penipuan, pemerasan, dan lainnya terhadap turis macanegara.

BACA: Evaluasi Pariwisata Tindak Lanjuti Komunikasi Pemkab dan Dubes Arab

“Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab, fenomena sewa vila di sana sudah sejak lama. Tapi ramainya saat ini. Dan yang paling disayangkan, efeknya jadi banyak tindak kriminal terhadap turis asing atau penyewa di sana,” tuturHerman.

Tidak hanya itu, Pemkab juga mulai mendeteksi adanya aktivitas seks bebas di sana. “Jadi banyak wanita penjaja seks (WPS), itu bersinggungan dengan visi dan misi Pemkab Cianjur serta melangggar kesepakatan bersama Cianjur anti maksiat,” kata dia.

Herman menambahkan, dirinya juga kecewa dengan pihak keamanan di Kota Bunga, dimana beberapa orang dengan mudah keluar masuk Kota Bunga, sementara masyarakat umum yang ingin masuk ke area tersebut harus membayar tiket dan melalui prosedur yang ketat.

“Yang sangat disayangkan, orang-orang yang bebas masuk di luar pemilik vila sering menjadi pelaku tindak kriminal, seperti pemerasan turis asing dan keributan yang terjadi belum lama ini. Ini patut dipertanyakan.”

Menurutnya, pemanggilan pihak pengelola akan dilakukan segera. Jikapun ingin disewakan, lanjut dia, harus ada prosedur izin yang ditempuh, termasuk membayar pajak atas penyewaan vila tersebut. “Banyak hal yang harus dibenahi. Dan pembenahan awal sudah dilakukan dengan pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata. Meski kini Cianjur jadi tujuan turis Arab lantaran Bogor terlalu overload, peraturan harus tetap dipatuhi,” tandasnya. (isl)

Comments

comments