Parah, Guru Ngaji Lagi-lagi Setubuhi Muridnya

0
209

CIANJUR, patas.id – ‎Polres Cianjur melakukan gelar perkara tiga kasus pencabulan di halaman Mapolres Cianjur, Senin (16 Januari 2016). Dua dari tiga pelaku yang ditangkap merupakan guru ngaji dan tokoh agama, sementara satu pelaku lainnya adalah nelayan.

‎Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, menjelaskan, ketiga pelaku yang masing-masing berinisial R (28 tahun), AS (29 tahun), dan LH (41 tahun) melakukan pelecehan dengan modus yang berbeda.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan dari warga‎. Ada tiga pelaku di tiga wilayah berbeda. Modusnya ada yang berkaitan mengobati dari jin, ikatan guru ngaji dengan muridnya, dan menyetubuhi setelah memergoki pasangan muda yang ketahuan,” kata dia usai gelar perkara.

Para korban, menurutnya, merupakan perempuan yang masih duduk di tingkat SMP. ‎”Seluruhnya usia SMP. Satu di antaranya sampai hamil karena sudah disetubuhi lebih dari 10 kali,” kata dia.

Selain mengamankan barang bukti berupa pakaian, polisi juga menyita senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korbannya untuk mau disetubuhi.

“Senjaya tajam milik AS. Dia mengancam dengan pisau dan melaporkan kepada orangtua korban telah melakukan hubungan badan dengan pacar korban. Tapi pada akhirnya disetubuhi oleh pelaku,” kata dia.

Menurutnya, fenomena pencabulan ini sudah sampai lima kasus selama dua pekan di 2017 ini. Mayoritas pelakunya ialah tokoh agama dan guru ngaji

“Pekan lalu juga ada kasus guru ngaji menyetubuhi muridnya. Ini masih kami dalami faktor utamanya. Kami juga bakal koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindakan antisipasi,” tuturnya.

‎Para pelaku, lanjut dia, dikenakan pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.‎ “Masa hukuman di atas 5 tahun,” tuturnya.(isl)

Comments

comments