Begini Modus Para Pelaku Menyetubuhi Korban di Bawah Umur

0
294

CIANJUR, patas.id – ‎Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi mengungkapkan, modus para pelaku pencabulan yang diekspose di Mapolres Cianjur, berkaitan dengan penipuan dan ancaman.

“Kalau LH (41 tahun), merayu muridnya, tapi R (28 tahun) mengajak dengan modus pengobatan karena diikuti jin. Untuk AS (29 tahun) yang di Cidaun dengan mengancam korbannya,” kata dia usai gelar perkara, Senin (16 Januari 2017).

R mengungkapkan, dia mencabuli I (15 tahun) di kuburan Cina di Jalan Perintis Kemerdekaan. aksi bejadnya itu diawali ketika ia dengan korban berboncengan ketika pulang dari pengajian.

Disaat itu, R mengaku melihat ada sosok hantu wanita berambut panjang dan berbaju putih yang mengikuti korban. Kemudian hal itu diungkapkan dan diceritakan kepada orangtua korban.

“Saya ungkapkan apa yang saya lihat, ke orang tua I juga saya sebutkan,” kata dia.

Beberapa hari setelahnya, lanjut dia, R membawa I ke Kuburan Cina. Di sana terjadi percakapan yang menjurus pada seks. Tergoda untuk menyetubuhi korban, R pun menerangkan kalau jin yang mengikuti akan bisa pergi setelah berhubungan badan dengan pelaku.

“Awalnya tidak mau, tapi setelah beberapa lama, I dengan sendirinya mau dan membuka celananya,” tuturnya.

Sementara itu, LH melakukan pelecehan seksual kepada NN (16 tahun) muridnya di pengajian. Pelaku mengaku telah menyetubuhi korbannya sebanyak 10 kali selama setahun terakhir.

“Kadang di warung. Pernah juga di rumah nenek saya. Karena sering menginap di rumah nenek saya kalau beres mengaji. Sekarang dia (korban, red) hamil 7 bulan,” kata dia.

Persetu‎buhan itu berawal ketika NN menjadi muridnya. Seringnnya korban dan pelaku bertemu dan mengobrol membuat pelaku jatuh hati kepada korban hingga akhirnya pelaku memaksakan kehendaknya untuk bersetubuh dengan korban.

“Saya menyesal sudah berbuat hal itu kepada murid saya sendiri,” kata dia.

Berbeda dengan LH dan R yang melakukan aksi bejadnya kepada muridnya sendiri di pengajian, AS  melakukan pelecehan kepada ADN (14 tahun) yang dia pergoki sedang bersetubuh dengan pacarnya di salah satu saung di wilayah Kecamatan Cidaun.

Ketika hendak ke pantai, nelayan tersebut melihat ada pasangan muda yang tengah berhubungan intim. Setelah dipergoki, pelaku meminta identitas korbannya.

“Awalnya ngaku orang Cipanas, tapi kelihatannya bohong makanya saya interogasi terus. Awalnya tidak ada niatan untuk melakukan itu (menyetubuhi)‎,” kata dia.

Setelah itu, pelaku mengancam akan melaporkan pada orangtua dar‎i pasangan tersebut. Dia pun meminta uang agar kejadian tersebut tidak dilaporkan. Namun setelahnya pelaku malah menyuruh korbannya untuk kembali berhubungan badan dan pada akhirnya korban disetubuhi di depan pacarnya.

“Iya saya minta uang, tapi dikasihnya handphone. Karena hilap saya jadi ikut menyetubuhi korban,” tuturnya‎.

Akibat tindakannya, para pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan masa hukuman di atas 5 tahun.(isl)

Comments

comments