Tayangkan Video Penganiayaan, 4 Remaja Ditahan

0
269

CHICAGO, patas.id – Empat pelaku penganiayaan yang yang merekam aksinya dalam video kemudian menayangkannya di Facebook, ditahan oleh pihak kepolisian. Keempat tersangka masing-masing bernama Jordan Hill (18 tahun), Tesfaye Cooper (18 tahun), Brittany Covington (18 tahun), serta Tanishia Covington (24 tahun) dikenai beragam tuduhan kejahatan, mencakup: pasal kebencian, penculikan, kepemilikan senjata tajam, masuk ke rumah orang tanpa ijin, pencurian, serta penganiayaan.

Dalam video berdurasi setengah jam yang dipostingkan di Facebook salah seorang pelaku yakni Brittany Herring, nampak seorang pemuda duduk di sudut ruangan dalam keadaan tangan terikat dan mulut disumbat lakban. Brittany Herring yang memegang kamera lebih banyak berpose dan menyoroti dirinya sendiri. Namun sekilas-sekilas, Brittany juga menayangkan adegan ketika temen-temannya menendang, memukul, dan mencukur sebagian kecil bagian depan kepala korban hingga berdarah.

Korban adalah seorang warga kulit putih yang tinggal di pinggiran kota Chicago. Menurut keterangan polisi, korban mengidap keterbelakangan mental hingga sedikit sulit dimintai keterangan. Namun orang tua korban menyebutkan bahwa anak mereka hilang sejak hari Sabtu (31 Desember 2016).

Kepala Polisi Chicago, Kevin Duffin, menjelaskan bahwa salah seorang pelaku rupanya merupakan teman korban. Mereka bersekolah di tempat yang sama. Kemungkinan besar, korban bersama-sama dengan pelaku selama 24-48 jam.

“Mereka bertemu di pinggiran kota. Pelaku mencuri sebuah mobil van dan membawa korban ke kota Chicago. Bisa jadi ini merupakan penculikan. Namun saat ini korban masih dalam keadaan trauma dan kami kesulitan berkomunikasi dengannya.”

Pada Selasa (3 Januari 2017) sekitar pukul 17.30 waktu setempat, seseorang menelepon polisi dan mengaku melihat seseorang berkeliaran di jalan seperti orang linglung. Pada hari yang sama, Brittany Herring memposting video penganiayaan tersebut di akun Facebook-nya. Setelah menonton video tersebut dan yakin bahwa orang yang ditemukan linglung tersebut adalah orang yang sama dengan yang ada dalam video, polisi segera bertindak. Brittany Herring dan 3 pelaku lain pun ditangkap pada hari Rabu (4 Januari 2017).

Video tersebut mengguncang Amerika karena keempat pelaku adalah warga kulit hitam, sementara korban adalah warga kulit putih. Apalagi di tengah-tengah video beberapa kali terdengar ungkapan,” F*ck Donald Trump! F*ck white people!” yang ditengarai bisa memicu kerusuhan ras seperti yang terjadi di Ferguson beberapa waktu lalu.

Pihak Facebook telah menghapus tayangan video tersebut dengan alasan menayangkan kebencian. Namun tentu saja, sekali diposting takkan hilang selamanya. Video tersebut telah di-copy dan menyebar tanpa kendali. Akun Brittany Herring dibanjiri hujatan dan caci-maki. Berbagai fanpage palsu pun dibuat dan menambah panas suasana.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif pelaku. Juru bicara kepolisian Chicago, Anthony Guglielmi, mengungkapkan bahwa pihaknya berpendapat penganiayaan tersebut tidak dilakukan atas nama pandangan politik atau perbedaan ras. Meski begitu, banyak komentar-komentar di media sosial yang menyalahkan gerakan “Black Lives Matter” atau BLM, sebuah gerakan keadilan dan kebebasan warga kulit hitam yang gencar digembor-gemborkan para aktivis sejak tragedi Ferguson. Twitter penuh dengan hashtag #BLMKidnapping.

Brittany Herring dan 3 pelaku lainnya akan disidang hari ini, Jum’at, 6 Januari 2017. (cho)

 

Comments

comments