Tahun Ini, Pemkab Cianjur Akan Tegas-tegasan

0
224

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyatakan, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mulai bersikap tegas untuk pelanggar aturan keamanan. Pasalnya, tahap sosialisasi dinilai sudah terlalu panjang sehingga harus memasuki tahap penindakan.

“Tahun 2017, semua aturan yang berkaitan dengan gangguan keamanan akan dijalankan, seperti miras dan pembatasan jam malam,” ujar dia saat ditemui Patas, Minggu (1 Januari 2017).

Menurutnya, Cianjur sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12/2013 tentang Nol Persen Alkohol. Namun melihat situasi saat ini, lanjut dia, masih marak beredar minuman keras (miras) di kota santri.

“Informasi yang didapat masih sering praktek jual-beli miras oplosan. Itu yang namanya roso-roso dan intisari. Mirisnya, yang beli kebanyakan remaja,‎” kata dia.

Miras oplosan tersebut, menurut dia, banyak beredar dan dijual oleh pemilik depot jamu. Oleh karena itu, pihaknya akan menindak para pemilik depot jamu jika terus menjual miras oplosan, salah satunya langsung menutup depot tersebut.

“Kalau depot jamu ya jual jamu saja jangan jual miras oplosan. Jika tetap menjual kami tak akan segan menutup usahanya,” kata dia.

Di samping itu, pihaknya akan menindak para pengganggu ketertiban dan keamanan, seperti geng motor atau kelompok pemuda yang meresahkan. Apalagi dengan telah dibuatnya kesepakatan bersama penertiban gangguan keamanan dan pembatasan jam malam.

“Sudah cukup masa sosialisasi, sekarang masa penindakan. Seperti yang tertera di kesepakatan bersama, sanksi moral akan diberikan,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Herman, Pemkab juga mulai mengubah kebiasaan warga Cianjur dalam menyambut tahun baru dalam kalender masehi. Menurutnya, dari yang sebelumnya condong ke hura-hura, dan perilaku negatif lainya menjadi bersalawat bersama.

“Setiap kecamatan sudah diinstruksikan menggelar salawat, termasuk di tingkat kabupaten. Pada malam tadi kami lakukan salawat, doa bersama, dan tausiah di Jalan Moch Ali dan Bojongmeron,” kata dia.

Menurutnya, pemuda Cianjur harus menyikapi segala sesuatu dengan kegiatan positif, tidak condong ke perilaku negatif. Pasalnya hal itu bukan merupakan budaya Cianjur yang agamis.

“Hindari miras, narkoba, seks bebas dan lainnya. Budaya asing jangan mempengaruhi keimanan. Makanya ketika tahun baru, lebih baik berdoa bersama untuk pribadi yang lebih baik ke depannya,” pungkas dia.(isl)

Comments

comments