Pelaku Pembunuhan Pulomas Berjumlah 3 Orang

0
232

JAKARTA, patas.id – Pembunuhan sadis yang menewaskan 6 penghuni rumah di Pulomas, Jakarta, hingga kini belum terungkap. Polisi masih terus mengadakan penyidikan dengan menanyai 5 korban selamat, saksi mata, tetangga, serta keluarga korban.

Peristiwa pembunuhan yang berlangsung di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A Jakarta Timur tersebut membuat masyarakat terhenyak. Pasalnya, pembunuhan dilakukan dengan cara sadis, yakni mengurung 11 penghuni rumah yang terluka akibat disetrum, ditusuk, serta dipukuli, ke dalam ruang kamar mandi pembantu di lantai 1. Di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 tersebut, kesebelas korban ditumpuk seperti barang dalam kondisi terluka dan berdarah, lalu dikunci dari luar.

Enam korban yang tewas, menurut laporan polisi, adalah akibat kehabisan oksigen. Berdasarkan data yang dihimpun, 6 korban tewas adalah pemilik rumah Dodi Triono (59 tahun), Diona Arika Andra Putri (anak Dodi, 16 tahun), Dianita Gemma Dzalfayla atau Gemma (anak Dodi, 9 tahun), Amelia Reza Fahlevi atau Amel (teman Gemma yang menginap di Pulomas, 9 tahun), Yanto (sopir), serta Tasrok (sopir, 40 tahun). Sedangkan 5 korban berhasil selamat adalah Emi (pembantu Dodi, 41 tahun) Zanette Kalila Aazaria (13 tahun, anak Dodi); Santi (baby sitter, 22 tahun) Fitriyanim (pembantu Dodi, 23 tahun), serta Windy (pembantu, 23 tahun).

Berdasarkan keterangan, kesebelas korban ditumpuk dalam kamar mandi pembantu tersebut sejak Senin  (26 Desember 2016) sore oleh pelaku pembunuhan. Selama belasan jam, 11 korban yang sebagian besar dalam kondisi cedera tak mampu menyelamatkan diri karena terluka dan sulit bergerak. Selain itu, pintu kamar mandi terbuat dari bahan kayu yang kokoh serta terkunci. Kondisi ruangan yang sempit dan pengap diyakini membuat korban kehabisan oksigen hingga satu persatu meninggal dunia.

Kondisi mengenaskan tersebut baru diketahui Selasa (27 Desember 2016) pagi, saat saksi Sheila dan Evan Sandrego Pratama Putra datang ke lokasi kejadian untuk sebuah janji. Saat mereka tiba ke Pulomas, kondisi rumah dalam keadaan tidak terkunci. Karena curiga, Sheila dan Evan kemudian masuk ke dalam rumah mencari pembantu. Saat itulah terdengar suara minta tolong dari arah kamar mandi. Kedua saksi kemudian memanggil warga dan mendatangi Pospol Kayuputih pada pukul 09.25 WIB, melaporkan telah terjadi perampokan.

Salah seorang warga yang membantu evakuasi korban, Lutfi (34 tahun), mengaku pilu saat menyaksikan kondisi para korban yang ditemukannya saat pintu kamar mandi berhasil didobrak.

“Orang-orang ditumpuk sudah kayak barang saja. Sebagian tergencet dan meninggal. Darah bercucuran di lantai kamar mandi.”

Berdasarkan keterangan pembantu yang sudah siuman, kejadian bermula saat Yanto (sopir) membuka pintu pagar untuk mengeluarkan mobil. Saat pagar dibuka, 3 orang pelaku menyerbu masuk dan menodong korban, dua orang membawa pistol dan satu lagi membawa golok.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan belum bisa memastikan apa motif di balik pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Jalan Pulomas Utara tersebut. “Kami belum bisa menentukan motifnya apa karena tim baru olah TKP,” ujarnya di lokasi kejadian.

Kasus pembunuhan sadis tersebut mendapat banyak kecaman dari masyarakat. Tak sedikit yang meminta agar pelakunya langsung dihukum mati saja. Simpati terus mengalir, akun Instagram Gemma dibanjiri ucapan duka cita. (cho)

Comments

comments