OPD Harus Perhatikan Korban Sodomi

0
285

CIANJUR, patas.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, akan melakukan komunikasi dan mendorong sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar memperhatikan anak korban sodomi, dengan menyediakan psikiater dan layanan gratis lainnya.

Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Kasus P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengatakan bahwa kasus sodomi Cianjur sudah cukup banyak, bahkan dari 70 kasus pelecehan seksual yang terjadi, sedikitnya 20 kasus merupakan sodomi.

“Dari seorang pelaku sedikitnya ada tiga korban dari anak-anak. Dan mereka beresiko untuk menjadi pelaku ke depannya. Jika tidak, mereka akan menjadi gay di kemudian hari,” kata dia, Selasa (6 Desember 2016).

Gerakan Penanggulangan Narkoba dan AIDS (GPNA) Cianjur mencatat, sejak 2014 hingga akhir 2015, terdapat 3.283 orang Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Cianjur. Bahkan dalam setiap bulannya tiga bulan pihaknya menemukan 300 LSL baru dan mayoritasnya masih di umur sekolah.

Mayoritas dari orang dengan perilaku seks menyimpang dan pelaku sodomi pun dapat menularkan penyakit berbahaya, yakni HIV/AIDS. Bahkan Dinas Kesehatan mencatat dari 100 ODHA di Cianjur, 40 di antaranya merupakan LSL.

Lidya menuturkan, hal itu perlu diantisipasi sedini mungkin. Pasalnya para gay dan pelaku sodomi ialah mereka yang sebelumnya menjadi korban.

“Kebanyakan seperti itu, jika tak ditanggulangi maka pelaku sodomi semakin banyak, begitupun LSL di Cianjur. Dampak akhirnya tentu pada penyebaran HIV/AIDS.”

Menurutnya, P2TP2A akan mendorong DInas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Keseahtan untuk memberikan fasiltias bagi para korban, yakni psikolog yang layanannya gratis. Kebanyakan korban sodomi berasal dari keluarga tak mampu.

“Kami akan dorong supaya tidak ada lagi para predator anak khususnya sodomi di Cianjur dan ke depan angka LSL atau gay bisa ditekan, sehingga penyebaran HIV/AIDS juga menurun,” tandasnya. (isl)

Comments

comments