Evaluasi BKPPD: Tidak Menerima Siswa PKL Perempuan

0
243
Man touching shoulder of uncomfortable woman co-worker

CIANJUR, patas.id – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, menyatakan, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu pejabat di lembaganya akan menjadi bahan evaluasi.

“Kami akan evaluasi lagi dan antisipasi kejadian serupa,” kata dia saat ditemui di kantornya, Rabu (9 November 2016).

Menurutnya, untuk ke depan, BKPPD tidak akan menerima siswa PKL perempuan. “Jadi sekarang juga kalau ada yang mengajukan hanya laki-laki yang diterima, sebab dikhawatirkan kejadian terus kembali muncul,” kata dia.

Namun menurutnya, hal itu hanya berlaku di BKPPD, sementara di dinas lain tergantung kebijakan dari setiap kepala OPD. Tetapi jika seluruhnya diberlakukan hal yang sama, maka para siswa terutama siswa perempuan akan sulit untuk melaksanakan PKL.

“Kasihan juga adik-adik kita yang mau PKL kalau diterapkan di semua instansi. Tergantung kebijakan dan bagaimana menanamkan pelatihan moral kepada pegawainya.”

Cecep menambahkan, kejadian tersebut di luar dugaan, sebab sosok HR merupakan orang yang rajin bekerja dan beribadah. Apalagi pihaknya sering memberikan pembinaan setiap apel.

“Bahkan sering juga digelar pengajian dan ceramah. Tapi itu (pelecehan) akan jadi bahan evaluasi agar tak terulang lagi nantinya.”

‎Sebelumnya, HR (50 tahun), salah seorang pejabat di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pencabulan anak di bawah umur.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Rabu (9 November). Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dan sejumlah barangbukti yang di‎kumpulkan, HR yang merupakan Kepala Sub Bidang Penghargaan dan Kesejahteraan pegawai di Bidang Pembinaan Disiplin dan Penghargaan ‎BKPPD Kabupaten Cianjur dinaikan statusnya dari terduga menjadi tersangka.

“Kami amankan pelaku pada Senin (7 November 2016) sore di kantornya. Setelah diperiksa, pelaku mengakui telah melakukannya (persetubuhan), sehingga kami tetapkan HR sebagai tersangka.”‎‎ (isl)

Comments

comments