50 Laporan Pungli Masuk Melalui Layanan LAPOR 1708

0
206

CIANJUR, patas.id – Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur, mencatat sekitar 50 laporan pungutan liar masuk melalui layanan SMS‎ dan e-mail sistem LAPOR 1708. Mayoritas laporan tersebut berasal dari layanan KTP dan Kartu Keluarga, termasuk pungutan liar dari pemerintah desa untuk memproses identitas kependudukan tersebut.

Hal itu diungkapkan Inspektur Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur, Agus Indra. Menurutnya, ‎laporan dari warga tersebut mulai meningkat sejak ditemukannya kasus pungli di Kementrian dan di daerah lain.

“Sistem ini di-launching pada September lalu, dan hanya 7 laporan yang masuk. Tapi pada Oktober meningkat ‎sampai 50 laporan,” kata dia saat ditemui di Jalan Ir. H. Juanda ketika melakukan sidak bersama Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (27 Oktober 2016).

Menurut Agus, tidak semua laporan yang masuk malalui SMS ataupun email merupakan laporan pungli, namun juga terdapat saran terkait pelayanan dan infrastruktur.

“Memang ada bebera‎pa kasus pungli, itu terjadi di tingkat desa bukan di dinas teknis. Kalau dari dinas seputar laporan lambatnya pelayanan dan lainnya.”

Agus mengungkapkan, 20 persen dari laporan tersebut berkenaan dengan pelayanan KTP dan KK. “Jadi, mereka melaporkan adanya pungli juga di tingkat desa, senilai Rp 50 ribu tepatnya di salah stu desa di Kecamatan Agrabinta.”

Menurutnya, Itda akan menindaklanjuti setiap laporan tersebut. Jika berada di tingkat desa atau di bawahnya maka akan diinformasikan kepada dinas teknis terkait supaya segera ditindaklanjuti.

“Kalau kasusnya di desa maka diinformasikan ke BPMPD, jika di dinas maka kami yang langsung turun tangan. Tetapi semuanya juga sudah terintegrasi. Tindak tegas pasti dilakukan, jika yang terbukti PNS maka ada sanksi khusus sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. (isl)

Comments

comments