Waduh, Motor Pegawai Desa Dirampas Polisi Gara-gara Ini…

0
231
DITAHAN: Petugas dari Satlantas Polres Cianjur, terpaksa menahan kendaraan dinas milik Desa Limbangansari yang belum dibayar pajak serta perpanjang STNK-nya.

CIANJUR, patas.id – Sepeda motor dinas yang dipakai Ahmad, seorang pegawai desa diamankan saat ada operasi gabungan dari petugas Satlantas Polres Cianjur bersama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kantor Cabang Pelayanan Kabupaten Cianjur (Samsat), Senin (24/10). Diketahui, sepeda motor yang dikendarai Ahmad tersebut pajaknya belum dibayar dan STNK motor tersebut belum diperpanjang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sepeda motor bernopol F 6165 W yang merupakan aset Desa Limbangansari itu ‎sudah mati sejak 2012 lalu, dan belum didaftarkan ulang hingga saat ini.
“Sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 70 dijelskan STNK berlaku lima tahun. Kalau misalnya tidak didaftar ulang secara otomatis STNK-nya tidak berlaku,” kata Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kantor Cabang Pelayanan Kabupaten Cianjur, Ahmad Solihat.
‎Menurutnya, Dispenda sudah berkoordinasi dengan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pajak kendaraan plat merah. Bahkan untuk pajak, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dianggarkan untuk pembayaran pajak.
Tapi, lanjut dia, tercatat ada 1.237 kendaraan plat merah yang belum ‎bayar pajak, dan didominasi sepeda motor.
“Kami juga sudah audiensi dengan bupati. Kami juga sudah permudah dengan pembebasan bea balik nama dan denda pajak tapi masih saja banyak yang tidak bayar khususnya kendaraan dinas,” kata dia.
‎Sementara itu, kendaraan berplat merah yang STNK-nya habis dan terjaring dalam operasi gabungan antara Dispenda KCP Kabupaten Cianjur, Satlantas, Dishub, dan Subdenpom itu akan diamankan hingga yang bertanggung jawab memenuhi kewajibannya.
Ahmad (50), salah seorang ‎pegawai desa yang terjaring mengaku tidak tahu kalau kendaraan yang digunkaannya habis bayar pajak. Dia rencananya akan menghubungi kepala desa untuk segera menyelesaikan pembayaran pajak dan daftar ulang.
“Saya hanya pakai, katanya STNK mati. Saya tidak tahu, jadi nanti mau diinformasikan ke kades dulu,” tuturnya.(isl)

Comments

comments