MUI Cianjur Buka Posko Aduan Korban Dimas Kanjeng

0
140

PATAS.ID, Cianjur – Adanya laporan mengenai 30 orang warga Cianjur yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi disayangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. MUI Cianjur menilai, praktek-praktek penggandaan uang seperti yang dilakukan Dimas Kanjeng tidak dibenarkan dalam agama Islam.

“Tidak ada itu. Kita tidak percaya dengan praktek-praktek penggandaan uang, apalagi secara gaib. Yang berhak mencetak uang itu kan hanya Perum Peruri, enggak tau di dunia jin ada Perum Peruri-nya gak,” kata Sekretaris MUI Cianjur, Ahmad Yani.

MUI Cianjur juga menyayangkan sikap salah seorang pengurus MUI pusat, Marwah Daud Ibrahim, yang membela mati-matian Dimas Kanjeng. Karenanya, Yani menegaskan, sikap dan pendirian mantan anggota DPR RI tiga periode itu tidak merepresentasikan lembaga MUI.

“Jadi itu pandangan personal saja, tidak mengatasnamakan lembaga, artinya bukan berbicara sebagai MUI, karena yang berhak bicara mewakili lembaga itu, ketua, sekretaris, dan pengurus yang ditunjuk,” katanya.

Meski begitu, Yani tetap menyayangkan sikap profesor lulusan Amerika Serikat tersebut, karena pembelaan atas apa yang dilakukan Dimas Kanjeng, dalam hal ini menggandakan uang, sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“MUI Cianjur akan konsen dalam menyelamatkan aqidah ummat, praktek-praktek yang mendekati kemusyirikan harus dihindari.”

MUI Cianjur juga membuka Posko Pengaduan Korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Jalan Siti Bodedar. Mereka yang merasa mengalami kerugian, menurutnya, bisa melapor untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Nanti berapa banyak yang laporan akan kami serahkan datanya ke pihak berwajib,” pungkas Ahmad Yani. (bay)

 

Comments

comments