Lapas Rawan Penyalahgunaan Narkoba

0
203

PATAS.IDCianjur – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menyatakan lembaga pemasyarakatan rawan menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Diperketatnya pengawasan dan juga deteksi dini dari pemeriksaan tamu ke Lapas dapat menjadi solusi untuk menekan peredaran narkoba di rumah para napi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (22 September). Menurutnya, tertangkapnya otak dari pengiriman ganja sebanyak 2,17 ton yang berhasil digagalkan beberapa waktu lalu dan sejumlah narapidana yang positif narkoba setelah dilakukan tes urin oleh BNNK Cianjur, menunjukan rawannya peredaran dan pengendalian narkoba di lapas, tidak terkecuali di lapas kelas IIB Cianjur.

“Memang rentan, sejumlah napi pun saat dites ada yang positif. Tidak hanya di sel khusus atas kasus narkoba, tapi di sel lainnya untuk napi tindak kriminal.”

Hendrik mengungkapkan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lapas, mulai dari memasukan plastik dalam kotak makanan, menyisipkan ke dalam botol air mineral, dan lainnya.

“Ketika memakai kerudung pun kita tidak tahu apakah memang hanya untuk menutup aurat atau menyelipkan narkoba. makanya pemeriksaaan secara ketat perlu supaya narkoba tak masuk ke dalam lapas.”

Di samping imbauan kepada para pihak lapas terkait hal itu, Hendrik juga akan menjalankan program rehabilitasi bagi para napi yang masa tahanannya tinggal tiga atau enam bulan. Mereka yang masa tahanannya tinggal sedikit itu akan dites urin, jika
positif maka BNNK bersama petugas lapas merehabilitasi napi tersebut supaya ketika bebas tidak tergabung dalam penyalah apalagi pengedar narkoba.

“Kami ingin para napi ketika bebas itu bersih dari narkoba bukannya malah jadi lebih parah. Makanya kami jalin kerjasama, rencananya BNNP pun bakal berkomunikasi terkait program tersebut,” tandasnya. (isl)

Comments

comments