Polres Cianjur Menembak Mati Asep Sunandar

0
245

CIANJUR – Polres Cianjur menembak mati Asep Sunandar (25 tahun), pelaku kekerasan dan penganiayaan di Kabupaten Cianjur. Penembakan tersebut dilakukan lantaran Asep dikabarkan melakukan perlawanan dengan menembak petugas dengan pistol rakitan.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, menjelaskan, pelaku yang beralamat di Kampung Pabuaran Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur ini telah menjadi DPO sejak 2014 lalu lantaran belasan kasus yang dilakukannya, mulai dari kekerasan hingga penganiayaan yang berakibat luka serta cacat permanen.

Pada Sabtu (10 September) dini hari, polisi mendapat informasi bahwa pelaku tengah berada di salah satu rumah di kampung tersebut. Atas informasi tersebut, Tim Satreskrim Polres Cianjur yang dipimpin langsung oleh Benny menggerebek rumah yang menjadi tempat persembunyian pelaku.

“Saat digerebek Asep alias Mpep ini sedang bersama dua orang temannya. Dua orang tersebut menyerah, sementara pelaku merusak kaca jendela lalu kabur melalui jalan belakang rumah. Dia berlindung dan menembakan senjata api ke arah petugas,” kata dia kepada wartawan saat melakukan gelar perkara di Mapolres Cianjur, Minggu (11 September).

Menurut Benny, petugas sempat memberikan tembakan peringatan namun tak digubris, dan pelaku tetap menembak ke arah petugas. Akhirnya petugas memberikan tindakan dengan menembak kakinya.

“Karena masih melawan, kami arahkan tembakan ke tangan, dada, dan pinggang. Saat itu masih dalam keadaan sadar, kami sempat membawa ke rumah sakit namun begitu tiba nyawanya sudah tak tertolong.”

Menurutnya, penangkapan tersebut dilakukan lantaran pelaku yang dinilai sudah meresahkan warga, bahkan pelaku tidak segan untuk melukai korbannya, meski tak memiliki permasalahan sebelumnya.

Dari tangan pelaku pun didapati 1 pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, satu buah keling, satu buah tas warna hitam, satu buah senjata tajam jenis celurit, empat butir obat alpazolam, tujuh belas butir obat excimer, satu buah pisau lipat, tiga butir selongsong peluru, dan sebilah samurai.

“Kami menduga pelaku memiliki senjata api dari luar kota, sebab sebelumnya pelaku melarikan diri ke Jakarta dan kota lain di luar pulau Jawa.”

Di samping menunjukan barang bukti dan membeberkan kronologis kejadian. Polres juga menghadirkan para korban Asep, termasuk santri yang menjadi korban pemukulan dua pekan lalu. (isl)

Comments

comments