Keluarga Asep Sunandar Akan Menempuh Jalur Hukum

0
181

CIANJUR – Kuasa hukum keluarga Asep Sunandar (25 tahun), Shalatudin, akan menempuh jalur hukum untuk menuntut oknum yang menyebabkan kematian kliennya. Sebab, pihak kuasa hukum menilai kematian Asep tidak wajar.

Shalatudin mengatakan pihaknya akan melayangkan surat tembusan ke Kapolda Jabar, Komnas HAM dan Kompolnas guna mengusut tuntas kasus tersebut karena ditemukan keganjilan pada luka di tubuh korban.

“Bukan melakukan perlawanan terhadap hukum dan institusi kepolisian, namun pihak keluarga ingin keadilan dan kebenaran untuk melawan oknum yang terlibat dalam kematian tidak wajar tersebut. Pihak keluarga menemukan 10 lubang tembus dan 2 lubang tidak tembus di tubuh korban,” kata dia saat ditemui ketika menunggu jasad korban untuk diotopsi, Sabtu (10 September) malam.

Shalatudin menuturkan, pihaknya juga akan mempertanyakan kasus apa yang sudah dilakukan Asep sehingga harus meninggal dunia dengan banyak luka yang diduga akibat tembakan senjata api. Tidak hanya itu, pihak keluarga akan mempertanyakan prosedur penangkapan karena tidak pernah menerima surat keterangan penangkapan, surat kematian dari rumah sakit, dan surat-surat yang lain.

“Kami hanya menyesalkan kenapa harus disiksa dengan banyak luka peluru di tubuh korban. Kalau memang bersalah ada prosedur penindakan yang dilakukan pihak kepolisian. Ini yang sangat disesalkan pihak keluarga.”

Asisten dokter forensik IPJ RSUD Cianjur, Ahmad Dodi, mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan luar pada jenazah Asep, ditemukan beberapa luka, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah luka tersebut dari senjata api atau bukan. Namun yang jelas di tubuh korban ditemukan luka berlubang di bagian dada, perut, tangan dan paha.

“Luka lubang memang ada, tapi kami tidak bisa memastikan apakah dari senjata api atau senjata jenis lainnya. untuk memastikan harus dilakukan autopsi oleh dokter forensik.”

Sementara itu Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mempersilakan pihak keluarga menempuh jalur hukum karena hal tersebut merupakan hak mereka. Namun, menurut Benny, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bukti dan saksi terkait pelawanan yang dilakukan pelaku saat hendak ditangkap, sehingga membahayakan nyawa petugas.

“Itu hak keluarga untuk mencari keadilan dan kebenaran, namun kami memiliki alat bukti dan saksi yang kuat terkait perlawanan pelaku saat hendak ditangkap, tidak hanya melarikan diri, namun menyerang petugas dengan senjata api dan senjata tajam,” katanya. (isl)

Comments

comments