Presiden Duerte Tak Bertemu Terpidana Mati Mary Jane

0
193
AFP_FW9YG

JAKARTA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte tak sempat bertemu dengan terpidana mati asal negaranya, Mary Jane Veloso, dalam kunjungan padatnya ke Indonesia.

Duerte datang hari Kamis (8 September) malam langsung dari Laos setelah menghadiri acara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di negara tersebut. Usai beristirahat, hari ini (9 September) Duerte dijadwalkan bertemu dengan komunitas pekerja Filipina di Indonesia dan mengunjungi Monas.

Duterte juga bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas isu kelompok terorisme Abu Sayyaf dan menyampaikan pesan dari warga Filipina, terutama dari Celia dan Cesar Veloso, agar putri mereka terpidana mati Mary Jane Veloso, diperjuangkan kebebasannya.

Seperti diketahui, Mary Jane (31 tahun) ditangkap polisi Indonesia tahun 2010 setelah menyelundupkan 2,6 kilogram bubuk heroin dalam kopernya dari Malaysia. Saat ini, Mary Jane mendekam di lapas dengan status terpidana mati.

mary-jane2-firing-squad
Coretan mural karya Firing Squad untuk mendukung pembebasan Mary Jane yang menyelundupkan 2,6 kilogram heroin.

Pembebasan Mary Jane mendapat banyak dukungan dari Filipina karena Mary Jane dianggap sebagai korban sindikat perdagangan narkoba Internasional. Filipina mengklaim negaranya membutuhkan Mary Jane hidup-hidup karena mereka butuh keterangan penting terkait sindikat narkoba lintas kedua negara.

Meski begitu, Duterte menyatakan bahwa negaranya akan menghormati apapun hasil keputusan Indonesia terkait nasib Mary Jane Veloso. Presiden Duerte direncanakan pulang hari ini selepas acara makan-makan kenegaraan. (cho)

Comments

comments