Jumlah Gay di Cianjur Meningkat Tiap Tahunnya

0
386

CIANJUR – ‎Masuknya Cianjur dalam incaran pelaku prostitusi gay ternyata berdasar pada jumlah lelaki seks lelaki (LSL) yang semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan Gerakan Penanggulangan Narkoba dan Aids (GPNA) Cianjur mencatat, sejak tahun 2014 hingga akhir 2015, ada 3.283 orang LSL di Cianjur.

Ketua Yayasan GPNA, Asep Mirda Yusup, mengatakan, dalam tiga bulan pihaknya menemukan 300 LSL baru dan mayoritasnya masih di umur sekolah. “Bayangkan, dari Agustus hingga Desember 2015, jumlah LSL mencapai 300 orang. Sebanyak 80 persen di antaranya adalah usia-usia produktif antara 16 sampai 22 tahun,” ujarnya belum lama ini.

Asep menjelaskan, ribuan LSL itu awalnya adalah korban, karena penanggulangan yang buruk terhadap korban-korban perilaku sodomi itu, mereka kemudian menjadi pelaku.

Faktor lain, lanjut dia, LSL atau gay sudah menjadi gaya hidup bagi beberapa kalangan di Cianjur. Sejumlah LSL bukan hanya mencari kepuasan, tetapi juga membayar untuk kepuasan itu.

“Kondisi ekonomi juga sangat berpengaruh. Anak-anak belia rela mengorbankan diri demi barang-barang yang diimingkan kepadanya. Seperti pakaian, gadget, dan barang lainnya.”

Menurut Asep, LSL di Cianjur sudah menjadi penyakit menular. Dalam catatan GPNA, satu orang LSL bisa mengajak sepuluh orang normal menjadi LSL dalam waktu setahun. “Kalau semeter terakhir sudah 300 orang, dikali sepuluh. Mungkin tahun depan nambah 3000 lagi. Atau jika sekarang ada 3.000 tahun depan bisa sampai 30.000,” tuturnya.

Dampak paling berbahaya dari perilaku seks menyimpang yakni HIV/AIDS. “Sebanyak 515 orang di antara mereka positiv HIV atau 20 persennya,” lanjutnya.

Kabid Advokasi dan Penanganan Kasus P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, menjelaskan bahwa ‎berdasar data yang diperoleh P2TP2A Provinsi Jawa Barat, selama semester pertama 2016 terjadi sebanyak 76 kasus kekerasan terhadap anak, terutama kekerasan seksual.

“Beberapa di antaranya merupakan kasus sodomi, dengan korban lebih dari 20 anak.”

Pelaku seks menyimpang seperti sodomi, diakui Lidya menjadi pemicu maraknya gay di Cianjur. Maka besar kemungkinan kabar Cianjur jadi salah satu sasaran pelaku prostitusi gay, benar.

“Kalau dilihat dari dampak sodomi dari korban jadi predator bisa jadi banyak gay di Cianjur. Makanya perlu ada sinkronisasi dan penelusuran ke lapangan. Pemkab juga mesti mencari solusi untuk mengantisipasi lebih lanjut,” tuturnya. (isl)

Comments

comments