Hasil Bumi Pisang dan Gula Aren di Cianjur Selatan Numpuk Akibat PPKM Darurat

0
40

CIANJUR, patas.id – Penerapan PPKM Mikro Darurat di wilayah Cianjur selatan tak banyak kendala. Namun, sektor ekonomi terutama pemasaran hasil bumi mengalami kesulitan.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Cianjur, Tedi Artiwan, mengatakan, banyak hasil bumi seperti pisang dan gula aren menumpuk di gudang-gudang penampungan karena tidak bisa diangkut untuk dipasarkan.

“Saat kami melakukan pemantauan penerapqn PPKM Mikro Darurat di Kecamatan Cikadu, banyak keluhan soal hasil bumi yang tidak terjual. Di antaranya pisang dan gula aren,” ujar Tedi kepada wartawan, Kamis (15 Juli 2021).

Menurut Tedi, menumpuknya hasil bumi tersebut disebabkan terhambatnya distribusi pengiriman dari pihak petani ke pembeli di kota-kota besar seperti Cianjur, Bogor, Jakarta, dan Bandung.

“Biasanya para pembeli datang untuk menjemput barang ke sini, tapi karena ada penyekatan PPKM di jalan, hingga saat ini transaksi tak terjadi,” kata Tedi.

Para petani mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena mereka pun tak bisa ke luar daerah untuk menjual hasil bumi mereka.

“Ekspedisi untuk angkutan barang juga banyak yang tak jalan ke luar daerah,” tutur Tedi.

Selain itu, Tedi mengimbuhkan, aktivitas perekonomian di kota-kota besar pun dalam situasi PPKM Mikro Darurat ini dalam keadaan terbatas.

“Ruang gerak di kota pun terbatas sehingga para pedagang skala besar tidak melakukan pembelian bahan pokok,” tegas dia.

Tedi pun berharap masyarakat di Kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah selatan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera mereda.

“Sehingga PPKM bisa diakhiri dan masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas normal, termasuk transaksi ekonomi,” pungkas Tedi. (deden abdul aziz)

Comments

comments