Beras Pandanwangi Harus jadi Unggulan Ekonomi Warga Desa Jambudipa

0
74

CIANJUR, patas.id – Padi Pandanwangi adalah varietas endemik yang menjadi komoditas khas Kabupaten Cianjur. Padi ini hanya tumbuh dengan kualitas baik di beberapa kecamatan saja, salah satunya di Kecamatan Warungkondang, khususnya Desa Jambudipa.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, menginginkan padi Pandanwangi kembali ke habitatnya sebagai kebanggaan sekaligus mengangkat perekonomian warga di Jambudipa. Dia pun setuju varietas asli Jambudipa ini dikembangkan dalam usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

“Padi Pandanwangi ini sangat terkenal sebagai komoditas khas Cianjur, khususnya Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang. Saya menginginkan padi Pandanwangi ini jadi potensi lokal yang bisa mendongkrak perekonomian rakyat di desa setempat,” ujar Mulyana saat mengunjungi BUMDes Sabilulungan Desa Jambudipa, Kamis (20 Februari 2020).

Menurut Mulyana, potensi ini harus dipelihara dan diusahakan agar bisa jadi trade mark Desa Jambudipa. “Jangan sampai produknya terkenal ke mana-mana, tapi rakyatnya sendiri tak mendapatkan manfaatnya,” kata Mulyana.

Dia melihat potensi ini bisa diberdayakan melalui BUMDes sehingga bisa menjadi produk unggulan sekaligus memberikan peluang kepada petani untuk kembali menanam padi Pandanwangi.

“Jadi petani pun mendapatkan keuntungan sehingga mau kembali menanam padi Pandanwangi, meskipun waktu tanamnya lebih lama dibanding varietas padi yang lain,” tutur Mulyana.

Riki Mudzakir, Ketua BUMDes Sabilulungan Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang, mengaku usaha penjualan beras Pandanwangi ini cukup potensial mendongkrak nama sekaligus perekonomian di Desa Jambudipa. Namun, dia mengeluhkan susahnya mendapatkan gabah untuk diproduksi menjadi padi Pandanwangi.

“Kalaupun ada petani yang menanam padi Pandanwangi, hasil panennya dijual ke perusahaan swasta yang membeli dalam jumlah besar. Kami dari BUMDes sering tak kebagian pasokan,” ujar Riki.

Riki berharap pemerintah turun tangan ikut membantu agar produksi padi Pandanwangi meningkat serta memproteksi harga agar petani mau menanam dengan keuntungan maksimal.

“Sebab, ada praktek menekan harga gabah Pandanwangi dari petani sehingga hampir sama dengan harga gabah varietas lain. Sementara waktu tanam Pandanwangi lebih lama. Petani jadi memilih menanam padi varietas lain seperti IR karena lebih cepat panen,” tutur Riki. (daz)

Comments

comments