Ayo Melaut, Musim Ikan Telah Tiba

0
61

CIANJUR, patas.id – Nelayan tradisional di pesisir pantai selatan Kabupaten Cianjur telah melewati masa-masa sulit menangkap ikan. Kondisi itu menyusul telah berakhirnya angin musim barat yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

“Kalau sedang musim angin barat pasti (nelayan) tidak akan melaut karena berisiko. Kondisinya saat itu angin kencang dan gelombang tinggi. Musim angin barat biasanya terjadi Agustus sampai Desember bahkan hingga Januari. Saat itu produksi ikan turun,” tutur Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan Nelayan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Suwanto, kepada wartawan, Selasa (19 Februari 2019).

Jumlah nelayan di pesisir pantai selatan Kabupaten Cianjur yang terdata berdasarkan kepemilikan Kartu Nelayan sebanyak 2.362 orang. Hampir sebagian besar merupakan nelayan tradisional yang memiliki perahu berkekuatan mesin hanya di bawah 5 Gross Tonnage (GT).

Perahu berkekuatan mesin 5 GT paling jauh hanya mampu melaut sejauh 4 mil.

“Tapi jumlah itu masih tentatif. Berdasarkan pengecekan kembali di lapangan, jumlah nelayan di Cianjur sangat banyak karena ada yang namanya nelayan pinggiran. Mereka menangkap ikan hanya menggunakan jaring,” ucapnya.

Saat ini kondisi di perairan pantai selatan Cianjur sudah kembali normal. Prediksinya mulai memasuki musim angin timur.

“Pekan lalu saya ke lapangan di pantai selatan. Masyarakat nelayan mulai beraktivitas melaut seperti biasa,” jelasnya.

Potensi andalan hasil tangkapan di pesisir pantai selatan Cianjur masih didominasi ikan layur dan udang lobster. Karakteristik perairan laut pantai selatan Cianjur yang banyak tumbuh karang menjadi pemicu cukup banyaknya ikan layur dan udang lobster.

“Tapi sekarang kalau udang lobster mulai sedikit berkurang. Kalau ikan layur relatif masih banyak,” tuturnya.

Para nelayan pun mengaku saat ini sudah mulai memasuki musim ikan. Namun bagi nelayan pinggiran, hasil tangkapan masih relatif minim. Suwanto mengaku belum mengetahui persis penyebab masih minimnya hasil tangkapan ikan nelayan pinggiran di Cianjur.

“Kami belum mengkaji penyebab minimnya hasil tangkapan ikan para nelayan pinggiran. Bisa jadi dipengaruhi aktivitas lain, misalnya kerusakan lingkungan karena ada penambangan. Sedikit banyaknya pasti akan berpengaruh,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments