Harga Daging Ayam Tembus Rekor Tertinggi

0
53

CIANJUR, patas.id – Sehari menjelang Lebaran Idul Fitri, harga daging ayam di pasar tradisional di Cianjur, meroket. Bahkan dari harga tertinggi beberapa hari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram, kini sudah menjadi Rp 53 ribu per kilogram.

Para pedagang pun memperkirakan harga akan terus merangkak naik sampai satu pekan setelah Lebaran.

Andri Somantri (32 tahun) pedagang daging ayam di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi di tingkat agen atau distributor. Akibatnya pedagang terpaksa menaikkan harga jual karena harga tebus sudah mahal.

“Alasan distributor harga di tingkat peternak juga mahal dengan dalih DOC. Harapan kami harga naik, penjualan tetap tinggi,” katanya kepada wartawan, Kamis (14 Juni 2018).

Tetapi, menurut dia, untuk satu hari menjelang dan dua hari setelah Lebaran, tingkat kebutuhan masih tinggi, sehingga pedagang tidak takut untuk menebus stok ke agen.

“Saat ini tingkat pemakaian tinggi karena kebutuhan untuk makanan wajib hari raya. Kalau lewat hari raya, kami perkirakan pemakaian akan menurun terlebih harga mahal,” katanya.

Astri Jayanti (23 tahun) ibu rumah tangga warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, mengatakan meskipun harga daging ayam meroket, tetap saja dibeli karena dibutuhkan untuk Lebaran. Dia berharap setelah Lebaran harga kembali normal.

“Setiap hari raya harga melambung termasuk daging sapi, ayam dan cabai yang sudah meroket sejak satu pekan terakhir. Harapan kami pemerintah bisa mengendalikan harga dengan mencari titik masalah dari awal,” katanya.

Meskipun harga daging dan beberapa kebutuhan pokok lainnya mengalami hal yang sama, pihaknya berharap tidak sampai meroket dan sulit turun kembali ke harga normal.

“Saat ini karena butuh tentu warga tetap membeli. Semoga kenaikan harga daging tidak sampai lama,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, berencana melakukan sidak ke sejumlah peternakan dan distributor. Pasalnya kenaikan harga daging ayam di tahun ini sudah menjadi rekor dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, alasan klasik, yakni DOC, harga pakan, atau stok yang terbatas membuat pedagang menaikkan harga seenaknya. Para oknum nakal pun dipastikan akan ditindak.

“Pasca Idul Fitri akan ada evaluasi, tapi untuk hari ini saya perintahkan Kepala Diskopperindag untuk memantau lagi harga di pasar. Memang sudah sangat mahal, melebihi harga tertinggi tahun lalu,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments