Ribuan Pencari Tenaga Kerja Datang Sejak Subuh ke As-Sakinah

0
281

CIANJUR, patas.id – Lebih dari 5.000 pencari tenaga kerja Cianjur menyerbu gedung pertemuan As-Sakinah, Selasa (19 September 2017). Kedatangan mereka tidak lain untuk melamar pekerjaan ke PT Pou Yuen Indonesia yang membuka penerimaan karyawan.

Antusiasme pencari kerja tampak begitu tinggi, terlihat dari padatnya atrean pendaftaran‎. Bahkan banyak yang harus berpanas-panasan menunggu nomer antreannya dipanggil.

Mereka yang mendapatkan nomor antrean awal rela datang sejak subuh. “Dari jam empat, Pak Bupati, saya di sini,” ujar salah seorang pencari kerja sa‎at berbincang dengan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

HRD Manager PT Pou Yuen Indonesia, Hendric Syahriza, mengatakan bahwa ‎peneriman tenaga ker‎ja yang bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kali ini tidak dibatasi jumlahnya, selama dua hari pelaksanaan.

“Berbeda dengan sebelumnya, jumlah kami tak batasi, termasuk kuota yang nanti akan diterima. Selama masuk kualifikasi, berapapun jumlahnya akan dipekerjakan.” 

Dia pun menambahkan, jika PYI tidak melihat urusan ras, gender, atau fisik. Mereka tetap berpegang pada kualifikasi yang telah disiapkan, apabila pencari kerja bisa memenuhi klasifikasi yang ditentukan, maka bisa bekerja.

“Perlu diluruskan, tidak ada pembatasan gender antara perempuan dan laki-laki, tapi urusan kualifikasinya, dimana yang banyak lolos itu perempuan. Tapi kalau ada laki-laki yang kualifikasinya lolos, ya kami terima. Bahkan penyandang difabel juga banyak yang bekerja, meskipun belum sama dengan ketentuan, dimana jumlahnya 1 persen dari total kariyawan, tapi kami akan menuju ke sana,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada 2.000 tenaga kerja di PYI, itargetkan hingga 2019 bisa terserap 2.000 tenaga kerja. “‎Konsep yang kami buat pun adalah bagaimana caranya merekrut tenaga kerja yang profesional, bermartabat, dan baik, makanya kami fokus ke kualifikasi,” katanya.

Dia menekankan, pencari kerja tidak akan dipungut biaya apapun untuk bisa bekerja, jika ada yang memungu, dipastikan tidak melalui‎ prosesdur yang benar. Informasi peneriaan pun PYI selalu sampaikan melalui Disnakertrans.

“Iming-iming bisa bekerja dengan membayarkan uang dalam jumlah tertentu atau ada informasi pembukaan lamaran di luar Dinas, maka bisa dipastikan penipuan.” 

Sementara itu, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, mengharapkan setiap perusahaan tidak hanya menerima untuk kaum perempuan, sementara suaminya dibiarkan menganggur. Jika sudah ada yang memberikan kebijakan penyamarataan kuota gender, dia mendorong untuk tetap konsisten.

“Kalau di PYI tidak ada membedakan gender untuk penerimaan, saya acungkan jempol. Pasalnya kebanyakan perusahaan menerima perempuan, sementara suami jadi tukang jemput dan belanja. Kadang saya merasa sedih dengan kondisi itu.” 

Irvan menambahkan, total penyerapan tenaga kerja sampai 25.000 orang oleh PYI, diharapkan mampu mempercepat target Pemkab untuk membuka 100 ribu lapangan pekerjaan. “Selebihnya diupayakan oleh Pemkab, agar warga Cianjur bisa terfasilitasi,” katanya. (isl)

Comments

comments