Pedagang Pasar Bayangan Bojongmeron Keukeuh Ogah Pindah ke PIP

0
283

CIANJUR, patas.id – Pedagang di pasar bayangan Bojongmeron ‘keukeuh’ tak mau pindah ke Pasar Induk Pasirhayam (PIP). Mereka lebih memilih dipindahkan ke Pasar Muka, sebab PIP dinilai sepi pengunjung/pembeli.

Hal itu terungkap setelah Satpol PP dan Dinas UMKM Perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) kembali menggelar penertiban pedagang sekaligus penyegelan beberapa kios yang masih digunakan berjualan komoditas yang sama dengan PIP, Senin (14 Agustus 2017).

“Kami sebenarnya kooperatif kalau mau dipindahkan, asal jangan ke PIP. Di sana sepi. Bahkan ada ucapan dari pedagang di sana bahwa mereka inginnya bertambah pembeli, bukan bertambah pedagang,” ujar Suherman (38) salah seorang perwakilan pedagang Bojongmeron di sela penertiban.

Menurutnya, pedagang yang sudah terdata untuk dipindahkan dan memohon dialihkan ke Pasar Muka ada 17 pedagang, yakni mereka yang berjualan di jalan tembus Bojongmeron menuju Jalan KH Hasyim Asyhari. Namun dia juga mengharapkan pedagang lain di Bojongmeron diberi kebijakan yang sama, sebab mereka pun juga enggan jualan di PIP.

“Kalau dihitung keseluruhan, ada lebih dari 100 pedagang di Bojongmeron, dari yang jualan di kios atau halaman rumah warga. Kalau hanya yang di jalan tembus yang dipindahkan, nanti ada kecemburuan. Istilahnya kami makan mereka tidak makan, makanya kami minta kebijakan dari Pemkab.”

Suherman mengungkapkan, jika tidak ada pedagang di Bojongmeron, pembeli bakal beralih ke Pasar Muka, bukan ke PIP. “Kalau yang di wilayah kota pasti ke Pasarmuka, makanya pedagang tidak ingin dipindahkan ke PIP,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, mengatakan, pihaknya hanya melakukan tugas untuk menertibkan apa yang tidak sesuai degan aturan yang ada.

“Kalau urusan pemindahan, koordinasinya dengan Disperindag sebagai instansi yang berwenang terkait pasar. Kami hanya jalankan tugas menertibkan.”

Menurutnya, Satpol PP sudah melakukan penyegalan terhadap enam kios dan lapak pedagang di Bojongmeron, jumlah itu belum termasuk yang disegel oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Cianjur. “Penertiban terus dilakukan sampai Bojongmeron steril,” ujarnya tegas. (isl)

Comments

comments