4 Miliar Gaji Karyawan PT Ikon Garmindo Ditunggak Perusahaan

0
319

CIANJUR, patas.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur memanggil direktur dari PT Ikon Garmindo untuk menanyakan kepastian dan kesanggupan pihak perusahaan membayarkan upah pegawai yang tidak terbayarkan selama tiga bulan.

Audiensi yang akhirnya bisa dihadiri oleh pimpinan perusahaan di Kecamatan Sukaluyu itu dijaga langsung oleh para buruh yang mengharapkan kerja keras mereka segera dibayar oleh pihak perusahaan.

Adu argumen terjadi sehingga audiensi berlangsung alot. Bahkan hingga Rabu (14 Juni 2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB, belum ditemukan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan buruh. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo kepada wartawan di sela audiensi.

“Di penghujung pertemuan ini kami buatkan surat pernyataan agar perusahaan mau membayar upah dalam beberapa waktu ke depan. Sesuai permintaan dari buruh, aset perusahaan dijadikan jaminan. Tapi pihak perusahaan tidak menerima penyataan tersebut. Jadi masih belum ada titik temu sampai sore ini,”

Menurut Heri, upah yang belum terbayarkan selama tiga bulan bagi 413 karyawan mencapai jumlah Rp 4 miliar. Nilai aset yang setara dengan tunggakan upah membuat buruh memilih untuk menjadikan aset bangunan dan isi perusahaan sebagai jaminan.

“Nilainya cukup besar, sampai Rp 4 miliar. Itu hitungannya dari Maret sampai Juni. Kalau tunggakan masih berjalan, jumlahnya bisa lebih besar lagi.”

Pihak perusahaan yang diwakili direkturnya, ungkap Heri, berdalih tidak tahu kondisi tersebut.

“Bilangnya tidak tahu kalau upah belum dibayar. Tapi itu mungkin hanya alasan, mana mungkin seorang direktur produksi tidak tahu kondisi saat ini.”

Menurut Heri, jika kondisinya terus begitu dan tidak berubah, maka dalam waktu dekat perusahaan akan diberhentikan aktivitasnya untuk diproses lebih lanjut.

“Kami sudah lakukan BAP. Tahapan musyawarah juga sudah kami fasilitasi. Tapi pihak perusahaan kerap mangkir saat dipanggil. Kami harap perusahaan lain tidak bersikap sama seperti PT Ikon, dan membayarkan hak buruhnya tepat waktu,” pungkas Heri.

Berdasatkan penelusuran patas.id, kisruh pembayaran gaji di PT Ikon Garmindo yang berlokasi di Jalan Raya Bandung ini sudah beberapa kali terjadi. Pada April 2015 lalu, puluhan karyawan terpaksa mengadu ke DPRD Cianjur untuk menuntut hak uang lembur dan penghapusan skorsing. Hal yang sama kembali terjadi pada Juni 2016 lalu dimana ratusan karyawan terpaksa berdemo untuk menuntut gaji dan THR yang tak sesuai jumlahnya. (isl)

Comments

comments