Berkah Ramadhan, Lampu Hias Gentur Laris Manis dengan Ragam Model

0
784

CIANJUR, patas.id – Ramadhan memang membawa berkah, salah satunya bagi perajin lampu hias Gentur di Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang. Pesanan lampu meningkat, terutama untuk model lampu Gentur Ramadhan.

Muhammad Himam (31 tahun), salah seorang perajin lampu gentur, menuturkan bahwa pertengahan tahun ini, khususnya di bulan Ramadhan, pesanan lampu hias khas Gentur banyak diminati untuk dekorasi rumah.

“Sampai hotel juga banyak yang pesan dalam jumlah banyak. Memang sekarang sedang musimnya mendekorasi bangunan pakai lampu khas gentur, apalagi di momentum Ramadhan, ada desain khusus Ramadhan. Itu yang biasanya dicari,” kata dia.

Menurutnya, tidak hanya dari daerah Cianjur atau kota lain di Jawa Barat, lampu hias Gentur juga mendapatkan pesanan dari Jakarta, Bali, hingga Kepulauan Riau. Bahkan Malaysia pun belakangan ini mulai melirik lampu hias tersebut.

“Biasanya ke Jakarta dan Bali, tapi terakhir ada pesanan dari Malaysia juga.”

Himam yang sudah menggeluti usaha lampu hias Gentur dari 2002 ini menjelaskan, desain lampu Gentur sudah mulai beragam, mulai dari gaya Maroko, klasik, balon, hingga yang terbaru dan sedang banyak dibeli ialah hiasan kaca untuk vas bunga.

Padahal awalnya, Lampung Hias Gentur dibuat menggunakan kaleng bekas susu dan sejenisnya untuk penerangan saat mengaji. Seiring perkembangan zaman, model lampunya dibuat lampu cempor dan pada akhirnya sebagai lampu hias. Para pengrajin yang awalnya belajar membuat model yang lama pun kini terus berinovasi membuat model yang lebih manarik lagi.

“Bahannya sama, kaca bening atau berwarna, tembaga, dan bahan lainnya. Tapi desainnya yang diinovasi terus. Sekarang sudah tidak terhitung modelnya ada berapa banyak. Termasuk sekarang juga dibuat desain Ramadhan yang bertepatan dengan momentum bulan suci ini.”

Harga untuk satu buah lampu hias gentur atau hiasan kaca lainnya beragam, mulai dari Rp 80 ribu, Rp 150 ribu, sampai jutaan rupiah. Varian harga disesuaikan berdasar desain, ukuran, dan tingkat kerumitan.

“Alhamdulillah dari usaha ini bisa membayar beberapa karyawan dan keuntunan bersih minimal Rp 10 juta per bulan, karena usaha ini kan masih dirintis, ke depan tentu ingin semakin besar lagi.”

Kepala Desa Jambudipa, Asep Abdullah, menuturkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pengembangan para perajin lampu hias Gentur. Bahkan rencananya BUMDes akan dioptimalkan untuk jadi sarana pengembangan kerajinan khas desanya tersebut.

“Kami juga berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur untuk bisa lebih mempromosikan lampu gentur. Nanti juga ada galerinya, jadi wisatawan yang datang bisa melihat dan memilih sendiri model lampu yang diinginkan,” katanya. (isl)

Comments

comments