Belum Punya Paten, Lampu Hias Gentur Bisa Diklaim Daerah Lain

0
324

CIANJUR, patas.id – Perajin lampu hias Gentur berharap memiliki hak paten atau penetapan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk kerajinan lampu khas Gentur. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya klaim dari daerah lain saat kerajinan tersebut semakin dikenal.

Muhammad Himam (31 tahun), salah seorang perajin lampu Gentur, menuturkan bahwa saat ini lampu hias Gentur makin banyak dicari, terutama untuk keperluan dekorasi rumah.

“Sekarang lagi musimnya dekorasi, mau rumah pribadi ataupun hotel lagi mencari dekorasi yang unik. Biasanya mereka nyari lampu Gentur. Beberapa hari lalu dari Jakarta juga datang sengaja ke sini mau pesen banyak buat dekorasi hotel.”

Sayangnya, lanjut Himam, saat lampu Gentur diambil oleh penjual di kota lain, nama daerah asli pembuat lampu hias tersebut tak disebutkan, bahkan terkadang diklaim produksi daerah lain.

BACA: Berkah Ramadhan, Lampu Hias Gentur Laris Manis dengan Ragam Model

Hal itu menurut Himam dapat merusak kelestarian lampu hias Gentur. Jika klaim terjadi, dikhawatirkan juga bakal menghilangkan lampu hias Gentur yang sudah berjalan lama dan mulai dikenal luas tersebut.

“Lampu gentur ini asli dari Desa Jambudipa khususnya kampung Gentur. Dari yang awalnya berfungsi sebatas penerangan saat mengaji hingga sekarang jadi dekorasi. Makanya harus ada hak paten supaya tidak muncul klaim dari pihak atau daerah lain.”

Kepala Desa Jambudipa, Asep Abdullah mengatakan, pihaknya bakal memasukan pengembangan lampu hias Gentur dalam program di desa dan dalam Musrenbang di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Terkait hak paten, Asep pun bakal mengupayakan.

“Pastinya kami dukung pengembangan, termasuk untuk hak paten. Ini kerajinan khas yang harus dijaga dan tidak dibiarkan diklaim oleh siapapun,” katanya. (isl)

Comments

comments