Trik yang Sering Dipakai SPBU Nakal dan Tips Mengatasinya

0
384

PATAS.ID – Bagi para pedagang yang tak jujur, mengurangi takaran merupakan salah satu trik yang sering dipakai untuk menaikkan keuntungan, termasuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tanpa memperdulikan larangan dalam agama atau aturan perundang-undangan, para pedagang nakal ini tetap melancarkan aksinya. Alasan utamanya tentu saja keuntungan. Meskipun SPBU “hanya” mencuri Rp 100 per liter, namun jika banyak ribuan liter terjual setap harinya, jumlahnya tentu sangat lumayan.

Kebanyakan konsumen SPBU pernah memiliki pengalaman tertipu oleh SPBU nakal baik dalam kuantitas bahan bakar yang diberikan, maupun dalam kualitas. Oleh karena itu, patas.id mengingatkan konsumen agar selalu berhati-hati saat membeli. Jika SPBU curang dalam hal kuantitas takaran, kita hanya akan rugi uang. Namun, jika SPBU curang dalam kualitas bahan bakat, maka mesin kendaraan kita bisa-bisa menjadi korban.

Untuk itu, tentu saja kita harus mengetahui trik atau tipuan yang sering dipakai oleh SPBU nakal dan cara mengatasinya, yaitu:

Trik yang Sering Dipakai SPBU Nakal

 

  1. Pengalihan Perhatian. Ini adalah jenis trik paling kuno. Saat kita mengisi bahan bakat, petugas satu akan menanyakan jumlah bensin yang akan dibeli, sementara petugas lainnya seperti kasir akan mengajak kita berbincang-bincang tentang hal-hal sepele sehingga kita tak memperhatikan bahwa meteran bahan bakar tak dimulai dari nol.
  2. Pura-pura Salah Dengar. Saat kita mengatakan beli bensin Rp 50 ribu, petugas akan berhenti di angka 15 ribu dan meminta maaf karena salah dengar, bising, omongan kita tak jelas, dan lain sebagainya. Petugas lalu mengatakan akan menambah 35 ribu lagi namun sesungguhnya tak memulai dari nol namun melanjutkan dari 15 ribu menjadi 35 ribu (atau hanya menambah 20 ribu). Akibatnya, kita rugi Rp 15 ribu.
  3. Manipulasi Mesin. Petugas mengatakan, “Dimulai dari nol ya, Pak,” ujar petugas SPBU. Dan kita bahagia mendengarnya. Namun harus diketahui bahwa sebagian SPBU nakal sebenarnya telah melakukan pengaturan pada mesin meteran mereka. Jika kita membeli 20 liter, misalnya, mereka mengatur takaran agar hanya keluar 19,5 liter. Jika kita membeli Rp 100 ribu, mesin diatur agar hanya mengeluarkan bensin seharga Rp 95 ribu, dan sebagainya. Penipuan ini biasanya bernilai kecil agar tak terdeteksi pembeli.
  4. Menyumbat Pipa Bahan Bakar. Dengan menahan laju pancaran selang dengan jari petugas, SPBU bisa menekan aliran bahan bakar sebesar beberapa milimiter secara manual.
  5. Memakai Selang yang Panjang. Trik ini jarang diketahui karena biasanya pemilik SPBU beralasan banyak kendaraan yang terparkir jauh dari mesin. Namun sesungguhnya dengan pipa yang panjang dan posisi mengisi bensin tertentu, beberapa liter bahan bakar bisa dihemat, terutama jika kita membeli dalam jumlah banyak. Pasalnya, meski meteran menunjukkan angka yang sesuai dengan takaran, tapi masih ada sedikit bahan bakar hak pembeli yang tersisa dalam selang.
  6. Mencampur Bahan Bakar dengan Zat Lain. Trik yang paling sederhana namun jahat adalah mencampur bahan bakar dengan zat bernama Naphtha yang mirip baik rupa dan kepekatannya, namun lebih murah harganya. Mesin kendaraan akan cepat rusak jika kita terus-menerus membeli di SPBU nakal yang memakai trik ini.

 

Tips Meminimalisasi Penipuan SPBU Nakal

  1. Jangan malu atau merasa gengsi untuk keluar dari mobil dan melihat sendiri proses pengisian bahan bakar.
  2. Hindari ajakan bercakap-cakap yang dilakukan lebih dari satu petugas.
  3. Jangan terburu-buru. Bayarlah setelah bahan bakar selesai diisi, jangan sebelum atau saat bahan bakar tengah diisi.
  4. Periksa meteran kendaraan kita sebelum dan setelah mengisi bahan bakar.
  5. Jika petugas mengaku salah dengar atau mengatakan ada kesalahan teknis hingga proses pengisian bensin harus diulang, akhiri pengisian bensin dengan membayar saat itu juga. Jangan mengisi bensin dua kali pada saat yang sama.
  6. Jika kita merasa dikecewakan oleh kuantitas mauun kualitas bahan bakar, minta bertemu manajer untuk menyampaikan keluhan.
  7. Perhatikan agar jari petugas tak mengganggu aliran bahan bakar.
  8. Jika selang di SPBU panjang, parkirkan kendaraan agak jauh dari mesin dari selang sehingga selang harus direntangkan/tak menjuntai saat pengisian.
  9. Beli bahan bakar kendaraan dengan nilai yang tak lazim, misalnya 4,5 liter, 17 liter, 115 ribu, dan lain sebagainya untuk menghindari nilai takaran yang telah diatur. (cho)

Comments

comments