Banyak Pengusaha Makanan-Minuman Bandel Buka Lebih Awal

0
247

CIANJUR, patas.id – Imbauan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur kepada pedagang makanan dan minuman untuk tidak ‎buka sebelum pukul 16.00 WIB tampaknya tidak sepenuhnya diindahkan.

Hal itu terlihat dari banyaknya penjual makanan dan minuman, khususnya makanan untuk berbuka puasa yang sudah berjualan sejal pukul 12.30 WIB. Pemandangan itu bisa dilihat di sejumlah ruas jalan protokol di Cianjur.

Salah seorang pedagang es kelapa muda di ruas Jalan Prof Moch Yamin‎ yang enggan menyebutkan namanya, berkilah menumpuknya pembeli saat menjeleng sore atau mendekati waktu berbuka menjadi alasan para pedagang untuk buka lebih awal dibandingkan ketentuan.

“Kalau sore banyak yang ngantri, jadi kadang susah terlayani. Makanya sekalian beres-beres dan nyiapin kalau buka dari siang.”

Hal itu dinilai mengganggu pelaksanan ibadah puasa. Apalagi ketentuan buka dua jam sebelum magrib sudah ditegaskan dalam ‎Surat Edaran dari Bupati Cianjur Nomor 300/2676/Satpol PP dan Damkar tentang Seruan untuk Memelihara Kehidmatan Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi serta p‎enegasan untuk menciptakan situasi aman, tentram, tertib, dan terkendali di Kabupaten Cianjur.

Dalam salah satu poin dijelaskan, pengelola rumah makan dan minuman pun ditekankan untuk menyesuaikan waktu bukanya, yakni dua jam sebelum buka atau sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga tidak mengganggu umat islam yang tengah menjalankan ibadah puasa dan aktivitas ibadah lainnya.

“Ya, mengganggu. Kalau buka sejak siang jadi godaan untuk yang puasa. Apalagi kan cuacanya sekarang ini panas, kalau bisa lebih sore lagi jualannya,” ungkap Ismail (41 tahun), salah seorang warga Kelurahan Solokpandan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, mengatakan,‎ surat edaran tersebut pada dasarnya berisi seruan untuk  Umat Islam agar melaksanakan ibadah puasa dengan hati yang bersih dan kesucian jiwa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Kami selaku aparat pemerintah dan penegak hukum dalam surat edaran tersebut, ‎juga ditekankan untuk menindak tegas para pelangar, mulai dari restoran dan tempat hiburan,” ujar dia. (isl)

Comments

comments