Penimbun dan Pedagang Nakal Bisa Dipidanakan

0
239

CIANJUR, patas.id – Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman, menyatakan bakal memberikan sanksi tegas ‎terhadap pedagang, bandar, atau peternak yang tidak mematuhi ketentuan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak hanya itu, para penimbun stok pangan juga akan dipidanakan.

“Jangan main-main dengan kondisi harga saat ini dan jangan sampai ada problem. Kami bakal tegas dalam upaya pengendalian harga ini,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Cianjur usai rapat koordinasi pengendalian harga.

Menurut Arif, setelah HET ditetapkan nanti, seluruh penjual harus mengikuti ketentuan tersebut. Pasalnya, penetapan dilakukan untuk memberikan titik tengah yang tak memberatkan salah satu pihak.

“Ikuti kesepakatan yang dibuat, ini sudah ketentuan juga dari Pusat.”

Peringatan juga diberikan pada oknum distributor atau pihak lainnya yang berupaya merusak kestabilan harga melalui penimbunan bahan pokok. Pihaknya akan mengusut dan mempidanakan mereka yang melakukan penimbunan yang berakibat pada lonjakan harga.

“Seperti di daerah lain, kan ada yang ditindak usai ketahuan menimbun bawang putih. Kami pun akan bersikap sama. Kalau ada penimbunan pasti ditindak, dan jika ada unsur pindananya pasti bakal dipidanakan.”

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan‎ Kabupaten Cianjur, Himam Haris, menuturkan bahwa selama ini upaya penindakan pedagang dilakukan oleh Dinas, sementara untuk daging dibantu oleh Asosiasi Pedagang Daging.

Tapi, lanjut Himam, di Ramadhan kali ini segala masalah berkenaan dengan ketidakstabilan harga langsung ditangani oleh polisi. Warga yang menemukan adanya kejanggalan harga bisa langsung lapor.

“Kalau dulu lapornya ke Dinas atau Asosiasi Pedagang, sekarang bisa ke polisi untuk nantinya ditindak. Kami harap dengan langkah ini, tidak ada lonjakan harga saat Ramadhan atau Idul Fitri,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments