Banyak yang Gulung Tikar, Pedagang Pasar Warungkondang Tuntut Janji Pemerintah

0
222
Closed metal shop shutter door

CIANJUR, patas.id – Pedagang Pasar Rakyat Warungkondang terus berkurang. Sepinya pembeli ke pasar tersebut membuat banyak pedagang gulung tikar. Hingga saat ini, diperkirakan hanya 120 pedagang yang masih bertahan dengan penghasilan yang minim.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Rakyat Warungkondang, Enday Hendrayana, menuturkan bahwa dari 220 pedagang yang pindah dari lokasi pasar sebelumnya, kini yang tersisa tinggal 120 pedagang atau 60 persennya.

“Terus berkurang sekarang pedagangannya. Satu persatu bangkrut. Kalau di Block D yang jualan sandang sudah tutup semua,”

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (27 April 2017), Enday mengungkapkan bahwa penghasilan yang didapat oleh pedagang kian hari semakin menurun. Bahkan pedagang hanya mendapatkan uang sebesar Rp 200 ribu per hari dengan keuntungan bersih sekitar Rp 30 ribu. Padahal sebelumnya, pendapatan pedagang di lokasi lama bisa mencapai Rp 1,2 juta per hari dengan keuntungan bersih yang tentunya juga besar.

“Malu kalau disebutkan dapat berapanya mah, paling buat sebungkus rokok. Bagaimana mau dapat uang, pembelinya sepi.”

Sepinya pengunjung diakibatkan susahnya transportasi angkutan umum ke arah pasar. Meskipun jalan sudah dibeton, namun pengunjung lebih memilih belanja ke tempat lain yang dijangkau langsung oleh angkum. “Memang ada yang masuk, tapi paling satu atau dua angkum. Kebanyakan angkum tidak mau belok ke pasar dari jalan utama,”¬†keluh Enday.

Enday memaparkan bahwa para pedagang sudah sering melakukan komunikasi, audiensi, hingga aksi unjuk rasa, bahkan terakhir pedagang menolak membayar retribusi sebagai bentuk protes ketidakpuasan terharap pemerintah yang tidak kunjung merealisasikan janjinya.

“Sekarang kami hanya ingin mempertanyakan, kapan pemerintah mau merealisasikan janjinya? Terus janji mana yang mau terlebih dulu dibuktikan?” tegasnya. (isl)

Comments

comments