Terkait Perizinan, Pou Yuen Akan Dipanggil

0
269

CIANJUR, patas.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Cianjur mendatangi PT Pou Yuen Indonesia, selasa (11 April 2017). Pihak perusahaan pun akan dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait bangunan yang belum berizin itu.

‎Sejumlah bangunan, terutama yang baru, diperiksa satu per satu, berkaitan dengan izin dan siteplan dari pihak perusahaan. Namun, bangunan yang awalnya hendak disegel urung dilaksanakan lantaran adanya perbedaan data yang perlu dijelaskan secara rinci nantinya.

Kepala Bidang Data Sistem Informasi DPM-PTSP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan, pihak PT Pou Yuen Indonesia belum memproses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) sehingga Izin Menderikan Bangunan belum bisa dikeluarkan.

“Ada beberapa bangunan yang belum ada IMB-nya, karena itu kami datang dan periksa,” kata dia saat ditemui usai sidak.

Tetapi menurut dia, bangunan yang belum memiliki IMB tidak bisa disegel lantaran sudah ada pembayaran, meskipun berdasarkan komunikasi tersebut, pembayaran bukan untuk yang baru melainkan dilimpahkan ke kekurangan di bangunan yang sudah terlebih dulu ada.

“Ini yang harus dikomunikasikan dulu dengan bagian teknis. ‎Pelimpahan itu sebenarnya seperti apa. Soalnya pembayaran untuk yang baru, sementara seharusnya belum bisa.”

Rencananya, pihak PYI dipanggil ke Kantor DPM-PTSP pada Senin (17 April 2017) untuk menjelaskan beberapa hal. “Kami panggil pihak perusahaan untuk menjelaskan pembayaran dan terkait ketegasan kapan memproses Amdal, Andalalin, dan IMB,” tuturnya.

Sementara itu, bagian engineering PYI, Andi, mengatakan, sejak awal pihaknya berupaya memproses perizinan sesuai ketentuan, namun terjadi beberapa kendala, terutama proses perizinan di lingkungan pemerintahan.

Dia pun mengharapkan, pihak dinas memberikan penjelasan secara rinci dan membantu proses perizinan agar segera bisa didapat.

“Pastinya segera akan kami proses, tapi kami juga mengharapkan ada bantuannya terutama dari penerangan proses perizinan yang sesuai dengan aturan di daerah,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments