Gudang Penuh, Bulog Baru Serap 1.000 Ton Dalam 2 Bulan Terakhir

0
213
AGAM, 13/7 - HARGA GABAH TURUN. Seorang pekerja upah membalikan gabah kering untuk dijemur disalahsatu tempat penggilingan gabah kering, didaerah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumbar, Rabu (13/7). Data dari Badan Pusat Statistik Sumbar, rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di Sumatra Barat selama Juni 2011 tercatat sebesar Rp3.567,60 per kg, atau mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan selama Mei 2011 yang tercatat sebesar Rp3.570,86 per kg, penurunan harga gabah tersebut dihimpun berdasarkan survei harga produsen gabah berasal dari 99 observasi di tujuh kabupaten di Sumbar. FOTO ANTARA/Arif Pribadi/11

CIANJUR, patas.id – Perum BULOG Subdivre Cianjur menargetkan penyerapan gabah sebanyak 64.500 ton beras tahun ini. Tercapainya serapan beras di tahun lalu yang mencapai 113 persen membuat BULOG Subdivre Cianjur yakin penyerapan bisa maksimal, meskipun ada perubahan aturan tentang kewenangan penyerapan gabah dan beras.

Kepala Perum BULOG Suvdirve Cianjur, Rizaldi, mengatakan bahwa untuk tingkat Jawa Barat target di tahun ini sebesar 654.400 ton beras atau 1,363 juta ton gabah kering panen, sementara untuk Cianjur yang semula kajiannya 55.500 ton beras menjadi 64.500 ton beras setelah direvisi.

“Untuk target tahun ini ada perubahan dari 55 ribu ton jadi 64 ribu ton, sebab melihat capaian tahun lalu sebanyak 61 ribu ton dari target 52 ribu ton.”

Menurut Rizal, penyerapan gabah tersebut akan dimaksimalkan melalui mitra Bulog dan langsung dari petani. Namun baru keluarnya pagu beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) membuat pihaknya baru menyerap gabah sebanyak 1.000 ton selama dua bulan terakhir.

“Bagaimana mau menyerap gabah kalau gudangnnya penuh? Soalnya kapasitas gudang hanya 13.000 ton dan penuh oleh stok rastra. Setelah nanti dikeluarkan atau disebar kami akan maksimalkan penyerapan, tentunya langsung kepada para petani.”

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, harga setiap jenis gabah telah ditentukan, yakni Rp 3.700 per kilogram di petani atau Rp 3.750 per kilogram di penggilingan untuk Harga Pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 10 persen. Sedangkan harga Pembelian Gabah Kering Giling dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum 3 persen adalah Rp 4.600 per kilogram di penggilingan atau Rp 4.650 per kilogram di gudang Perum Bulog.

Sementara itu, harga Pembelian Beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, kadar menir maksimum 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 adalah Rp 7.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.

“Untuk yang harga beras, ada dua harga lagi, kalau patahnya 15 persen itu harganya Rp 7.500 per kilogram, sedangkan patahnya 25 persen itu Rp 7.150 per kilogram. Dengan standarisasi harga itu, petani akan diuntungkan dan penyerapan bisa maksimal,” tuturnya. (isl)

Comments

comments