Harga Cabai Masih Mahal

0
236

CIANJUR, patas.id – Harga cabai rawit merah di Cianjur tidak kunjung turun, masih Rp 140 ribu per kilogram. Harga beberapa jenis cabai pun kembali mengalami kenaikan setelah beberapa pekan lalu sempat turun.

Burhanudin (25 tahun), salah seorang pedagang di Pasar Muka, mengatakan bahwa sejak awal tahun, harga cabai mendadak tinggi, seperti cabai rawit merah yang mencapai Rp 140 ribu per kilogaram dan cabai tanjung yang kini seharga Rp 60 ribu per kilogram.

“Untuk cabai merah tidak kunjung turun, sementara cabai rawit hijau dari yang semula Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Tapi cabai tanjung yang awalnya turun jadi Rp 40 ribu per kilogram, harganya naik lagi jadi Rp 60 ribu per kilogram,” ujarnya saat ditemui di Pasar Muka, Selasa (14 Februari 2017).

Sementara itu, untuk cabai merah biasa harganya Rp 60 ribu per kilogram dan cabai hijau senilai Rp 24 ribu per kilogram. Cabai keriting yang semula Rp 50 ribu per kilogram pun kini turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Menurut Burhanudin, kenaikan harga cabai dikarenakan stok dan harga dari distributor yang tinggi, bahkan untuk cabai rawit hijau, dia membeli dari distributor dengan harga sekitar Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

“Memang tidak beda jauh harga dari distributornya. Makanya harga di pasar juga mahal. Katanya stok lagi terbatas, saya juga beli hanya sepuluh kilogram untuk dua hari.”

Dia tidak dapat memastikan kapan harga cabai akan turun, sebab tergantung di tingkat distributor. “Bisa lama bisa sebentar, kalau pasokannya bagus ya kemungkinan murah lagi,” kata dia.

Yusuf Ansori (23 tahun), salah seorang petani cabai di Kecamatan Takokak, menjelaskan, terbatasnya stok bukan karena gagal panen, sebab hal itu hanya terjadi saat pohon cabai sudah berbuah dan buahnya membusuk. Namun saat ini, setelah beberapa lama ditanam, pohon cabai mengalami pembusukan akar.

“Tahun ini paling parah, bukan hanya buahnya. Batang dan akarnya juga membusuk sebelum berbuah,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon seluler. Dari seluruh lahan yang ditanami cabai, lebih dari 60 persennya mati dan membusuk.

“Jadinya merugi, belum berbuah sudah rugi banyak. Ini yang dihadapi petani cabai saat ini.”

Yusuf menjelaskan, dia menjual cabe keriting dengan harga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit seharga Rp 40 ribu per kilogra kepada para distributor atau pedagang. “Kalau harga di pasarnya berapa kami juga tidak tahu, yang jelas dari petani segitu. Kalau ada permainan harga ya itu adanya di tingkatan tengkulak atau pedagangnnya sendiri.”

Sementara itu, sebelumnya Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DiskopPerindag) Kabupaten Cianjur menyatakan kenaikan harga cabairawit dan cabai lainnya dipasaran merupakan ulah dari para tengkulak dan pedagang nakal.

Kepala Diskoperindag, Himam Haris, mengatakan, terdapat selisih harga yang signifikan di setiap pasar, dimana beberapa pedagang di pasar Muka menyatakan harga di atas Rp 120 ribu per kilogram untuk cabai rawit, padahal di pasar lainnya berkisar di angka Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram.

“Di Pasar Muka, menurut Kepala Pasar, hanya Rp 80 ribu per kilogram, termasuk di pasar Induk Pasirhayam dan Cipanas. Kami sedang sisir siapa oknum yang mempermainkan harga.”

Menurutnya, kenaikan harga Cabai, khususnya cabai rawit memang tengah terjadi. Apalagi di saat musim hujan dengan intensitas tinggi ini membuat petani gagal panen dan stok terbatas. “Meskipun ketersediaan stok menjadi faktor, tapi jangan ada yang memainkan harga. terutama para tengkulak. Ini akan membuat stabilitas harga di pasaran menjadi kacau,” kata dia. (isl)

Comments

comments