Buruh Tani Akan Punya Standarisasi Upah

0
258
Exif_JPEG_420

CIANJUR, patas.id – Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur bakal menentukan standarisasi upah bagi buruh tani. Pasalnya di Cianjur mayoritas merupakan buruh tani yang kesejahteraannya masih di bawah rata-rata.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, mengatakan, ‎sebanyak 70 persen petani di Cianjur hanya sebatas buruh tani, bukan pemilik lahan. Sehingga mereka hanya bergantung pada upah dari pemilik lahan.

“Perbandingannya 30 pemilik lahan dan 70 persen buruh tani. Perbandingannya memang signifikan, tapi itu kenyataan di lapangan.”

Menurutnya, kesejahteraan para buruh tani tersebut masih di bawah rata-rata. Bahkan banyak di antaranya yang masih harus meminjam kepada pemilik lahan dan diganti dengan kerja ekstra saat menggarap lahan.

“Ini karena tidak adanya standarisasi upah buruh tani. Makanya untuk di beberapa wilayah, penghasilannya sangat minim. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun tidak tercukupi,” kata dia.

Ke depan, lanjut dia, Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur bakal melakukan standarisasi upah. Namun upah yang ditentukan pun tidak akan membebankan pemilik lahan, sebab jika terlalu tinggi, maka tidak akan ada keuntungan bagi pemilik lahan.

“Minimalnya Rp 50 ribu sampai pukul 12.00 Wib, atau kalau dalam dunia pertanian per bedug (karena sampai bunyi bedug penanda salat Dzuhur). Tapi kalau bisa lebih tinggi, akan dinaikan, selama itu tidak membebani pemilik lahan,” kata dia. (isl)

Comments

comments