Janjinya Belum Ditepati, Pedagang Tolak Bayar Retribusi

0
198

CIANJUR, patas.id – Para pedagang Pasar Rakyat Warungkondang Kabupaten Cianjur, menolak membayar retribusi jika pemerintah tak kunjung menepati janji untuk menyediakan akses angkutan umum ke dalam pasar, mebuat jalan tembusan baru, dan menertibkan para pedagang di lokasi pasar yang lama.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Rakyat Warungkondang, Enday Hendrayana, mengatakan, para pedagang sudah bosan menunggu pemerintah merealisasikan janjinya. Beberapa pertemuan atau audiensi pedagang dengan anggota Dewan dan dinas teknis tidak kunjung dibuktikan.

“Masih banyak janji yang belum ditepati, seperti masuknya angkutan umum ke area pasar, jalan tembus, dan penertiban pedagang di sekitar lokasi lama pasar warungkondang,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (3 Februari 2017).

Menurutnya, angkutan umum sangat penting untuk para pedagang, sebab akses transportasi bakal menunjang para pembeli. Pemerintah pun menyatakan bakal‎ membuat sub terminal, namun hingga saat ini belum kunjung dibuktikan.

“Kalau tidak ada akses transportasi, pembeli tidak akan mau ke sini. (Pasar) Semakin sepi dan pedagang lama-kelamaan terus berkurang. Sekarang saja dari 250 pedagang, tersisa 180 pedagang, selebihnya bangkrut,” kata dia.

Enday mengungkapkan, aksi protes dengan tak memaayar retribusi tersebut dilakukan sejak Senin (2 Januari 2017) lalu. Seluruh pedagang pun sepakat untuk tidak membayar retribusi sebesar Rp ‎2.000.

“Kalau untuk kebersihan dan keamanan tetap dibayar. Hanya retribusi untuk pemerintah kami menolak sebelum janjinya direalisasikan,” tegas dia.

Dia ‎mengatakan, aksi tersebut ditujukan agar ada perhatian dari pemerintah. Namun sampai saat ini belum ada respon, bahkan dari kepala pasar yang baru.

“Kami tunggu sampai ada respon, kalau tetap tidak ada maka kami akan terus tolak retribusi sampai waktu yang tidak ditentukan. Kami butuh realisasi bukan sebatas janji. Hidup itu perlu penghasilan, sementara di sini sepi. Pikirkan nasib para pedagang,” tuturnya.(isl)

Comments

comments