Koperasi Jangan Ketergantungan Bantuan dari Pemerintah

0
291

CIANJUR, patas.id – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cianjur, mendorong para pengurus dan anggota koperasi tak tergantung pada bantuan pemerintah, namun mengandalkan dana sendiri. Pasalnya ketergantungan dana bantuan akan membuat koperasi mudah berhenti atau tak beroperasi.

Kepala Seksi Bina Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cianjur, Nanang Kusmarna mengatakan, di Cianjur ada 102 koperasi yang diajukan untuk dibekukan dari 1.000 koperasi yang telah diwacanakan sejak awal 2016 lalu.

“Mayoritas merupakan koperasi tidak aktif dan tidak melakukan RAT setiap tahunnya,” kata dia.

Nanang mengatakan, sebagian besar koperasi yang akan dibubarkan merupakan koperasi pertanian. Pembubaran pun akan dilakukan secara bertahap, tidak dapat sembarangan membubarkan mengingat koperasi berbadan hukum.

Tidak aktifnya koperasi, lanjut dia, sering diakibatkan kurangnya kesungguhan anggota koperasi dalam keanggotaannya. Masih banyak anggota yang kurang merespon dengan baik, bahkan tidak sedikit yang hanya menginginkan bantuan dari pemerintah saat bergabung.

”Harusnya keanggotaan koperasi itu fundamen, berdiri dari dana masing-masing. Jangan hilang perhatian terhadap kewajiban setelah dapat fasilitas yang dibutuhkan dari koperasi,” tuturnya.

Nanang menekankan, anggota sebaiknya tidak mengharapkan bantuan besar dari pihak lain, termasuk pemerintah untuk menjalankan koperasi. Oleh karena itu, kemandirian anggota pun perlu semakin dipupuk agar koperasi tetap berdiri.

Berdasarkan data hingga saat ini, menurut dia, terdapat 686 koperasi aktif yang tersebar di wilayah lingkar kota. Anggota keseluruhan sebanyak 30 ribu orang dengan rata-rata 50 orang anggota per koperasi.

”Tapi tidak menampik, memang dibutuhkan peran pemerintah. Terutama dalam koordinasi antarinstansi yang dapat membantu sesuai dengan bidang berkaitan di dalam koperasi,” tutupnya.(isl)

Comments

comments