Cuaca Buruk, Nelayan Jadi Kuli Bangunan

0
239

CIANJUR, patas.id – Cuaca buruk yang melanda Cianjur ternyata juga berdampak pada nelayan di Cianjur selatan. ‎Para nelayan terpaksa tidak melaut dan beralih profesi lantaran khawatir celaka jika memaksakan melaut.

Hal itu diungkapkan salah seorang nelayan di kawasan Jayanti, Keril (35 tahun). Menurutnya, cuaca buruk akibat badai La Nina membuat‎ gelombang laut menjadi pasang dan ombak pun tinggi. “Kalau angin besar pasti seperti ini. Dan gelombang tinggi sudah terjadi sejak beberapa bulan. Lebih dari tiga bulan,” ujarnya.

Gelombang pasang dan ombak tinggi membuat nelayan kehilangan mata pencariannya. Mereka lebih memilih untuk menjadi kuli dibandingkan melaut dengan resiko yang tinggi. Dari sekitar 1.000 nelayan di kawasan Jayanti, 60 persennya tidak melaut.

“Ada yang memaksakan, itu juga‎ hanya di sekitaran pantai tidak sampai ke tengah laut. Tapi kebanyakan berhenti dan jadi kuli bangunan atau jualan.”

Cuaca buruk, lanjut Keril, juga membuat jumlah ikan terbatas, meskipun jenis ikannya cukup bernilai, seperti layur, kue, dan kerapu. “Kan tidak bisa terlalu ke tengah, jadi tangkapannya sedikit. Penghasilannya juga terbatas, cukup untuk makan sehari-hari setelah dipotong bahan bakal dan lain-lain,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments