Hanya 50 Hektar Lahan Pesawahan Ditanami Pandanwangi

0
221

CIANJUR, patas.id – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur menyatakan potensi lahan yang bisa ditanami padi Pandanwangi mencapai 2.000 hektar. Sayangnya saat ini lahan yang produktif ditanami hanya 50 hektar.

Kepala Dinas P‎ertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dadan Harmilan, mengatakan, lahan sekitar 2.000 hektar itu tersebar ditujuh kecamatan yakni Cibeber, Cilaku, Cianjur, Cugenang, Warungkondang, Gekbrong, dan Campaka. “Potensi lahannya di wilayah yang memang bisa ditanami pandanwangi. Di luar itu, kualitas Pandanwangi tidak sebaik ditujuh kecamatan tersebut.”

Dadan mengakui bahwa lahan yang produktif ditanami hanya sebagian kecil atau sekitar 2,5 persen. Nilai jual yang belum stabil dan banyaknya produk beras pandanwangi palsu menjadi faktor utama keengganan para petani dalam menanam padi khas Cianjur tersebut.

“Kalau dulu kan tidak ada HAKI-nya, jadi banyak pemalsukan. Tetapi sekarang sudah ada, sehingga hal itu bisa diminalisir. Harga juga bisa stabil di atar Rp 20 ribu per kilogram.”

Dengan adanya paten atas beras Pandanwangi, Dadan yakin akan banyak petani yang menanam kembali Pandanwangi. “Bisa dioptimalkan ke depannya.”

Hambatan lain adalah Pandanwangi memiliki masa tanam yang cukup panjang dibandingkan varietas padi lainnya. Dari masa penanaman hingga siap panen, pandanwangi membutuhkan waktu 155 ‎sampai 165 hari.

“Jadi kalau beras jenis lain dalam setahun bisa 3 kali panen, tapi pandanwangi hanya dua kali panen. Belum lagi penanamannya harus diselang, jadi Pandanwangi kemudian beras lain dan pandanwangi lagi. Kalau dipaksakan terus Pandanwangi, nanti kualitasnya berkurang.”

Namun, Dinas Pertanin Kabupaten Cianjur berjanji akan mendukung petani dengan pemberian bibit dan pupuk‎, sehingga petani bisa diringankan dari segi modal penanaman.

“Setiap tahun kami suplai bibit dan pupuk. Ke depannya kami juga akan berupaya agar Pandanwangi dibuat secara organik. Itu akan meningkatkan nilai jual‎, sehingga ke depan mungkin harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments