Pasar Rakyat Ciranjang Kebakaran Hebat

0
26

CIANJUR, patas.id – Puluhan kios di Pasar Rakyat Ciranjang di Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, terbakar, Senin (10 Aguatus 2020). Angin kencang membuat kobaran api terus membesar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu pertama kali terlihat di bagian belakang yang merupakan kios darurat untuk pedagang bumbu dan sembako.

“Saya juga kurang tahu awalnya gimana. Tahunya sudah ramai teriak ada kebakaran dan ketika dilihat api sudah membesar,” ujar Ridwan (40 tahun), salah seorang warga sekitar sekaligus pedagang.

Menurutnya, ada puluhan kios yang sudah ludes terbakar. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah, mengingat angin kencang membuat api terus membesar dan cepat merembet ke kios lainnya.

“Yang disamping saja sudah sekitar 50 kios. Sekarang yang bagian tengah pasar juga mulai ada yang terbakar,” kata dia.

Dari pantauan, para pedagang tampak sibuk menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Beberapa unit mobil pemadam pun diterjunkan untuk memadamkan kobaran api di pasar yang sempat juga terbakar beberapa tahun lalu.

Kepala Satuan Polisi Pamongpraja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi, menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut Hendri jumlah kios yang terbakar masih dalam pendataan. Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Hendri mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran yang dikirim dari 5 pos damkar, dibantu 2 unit water canon dari Kepolisian Resor Cianjur. Khusus untuk bantuan water canon, difokuskan melakukan pemadaman di perbatasan pasar dengan pemukiman warga.

“Kita masih fokus pemadaman di sebelah barat, perbatasan pasar dengan pemukiman warga karena arah angin mengarah ke sana sehingga kobaran api masih sulit ditangani,” kata Hendri.

Hingga pukul 15.30 WIB api masih belum bisa dipadamkan semua. Namun, Hendri menyebutkan bahwa untuk bagian lain pasar sudah bisa dinetralisir. “Kendala kami karena materi bangunan yang gampang terbakar serta hembusan angin cukup besar,” tutur Hendri.

Hendri bersyukur hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Sementara kerugian yang dialami para pedagang masih dalam penghitungan. “Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Untuk kerugian kami belum bisa menaksir karena masih dalam pendataan,” imbuh dia. (deden abdul aziz)

Comments

comments