Pleno Partai Golkar Munculkan 5 Nama Bakal Calon Bupati

0
70

CIANJUR, patas.id – Hasil rapat pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur memunculkan 5 nama yang diusulkan untuk menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Cianjur 2020. Rapat dengan peserta pimpinan kecamatan (PK), pengurus, dan organisasi hasta karya (pendiri dan yang didirikan), digelar di Aula Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Selasa (4 Februari 2020).

Kelima nama yang diusulkan adalah Ade Barkah Surahman (Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat), Tb Mulyana Syahrudin (Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur), Ishfan Taufik Munggaran (Ketua BM Kosgoro Jawa Barat), Deden Nasihin (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur), dan Herman Suherman (Plt Bupati Cianjur).

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, menjelaskan, rapat pleno ini fungsinya untuk menampung usulan nama yang disampaikan peserta rapat. Jadi, nama siapa pun yang muncul akan dicatat dalam berita acara rapat.

“Nanti nama-nama yang muncul itu akan diverifikasi oleh tim verifikasi sebelum hasilnya disampaikan ke DPD Partai Golkar Jawa Barat,” ujar Mulyana kepada wartawan, Selasa (4 Februari 2020).

Menurut Mulyana, sesuai juklak dan juknis dalam AD/ART Partai Golkar, rapat pleno membuka seluas-luasnya usulan yang disampaikan peserta. Namun, ada syarat-syarat yang harus ditempuh, antara lain nama bakal calon yang diusulkan berasal dari kader partai yang masih aktif.

“Karena sifatnya internal, maka yang diusulkan pun nama-nama internal dari kader yang masih aktif,” kata Mulyana.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ade Barkah Surahman, menyerahkan sepenuhnya usulan nama yang akan disampaikan ke Jawa Barat. “Itu yang disampaikan kan hasil verifikasi, bukan nama yang diusulkan. Hasilnya, nanti kami tinggal menunggu untuk diplenokan di tingkat DPD Jawa Barat,” tutur Ade Barkah.

Mengomentari soal munculnya nama Herman Suherman, Ade Barkah menganggap wajar. Sebab, dia masih beranggapan bahwa Herman adalah kader Partai Golkar.

“Saya masih menganggap beliau memiliki KTA Partai Golkar. Jadi, masih kader Golkar. Soal beliau punya KTA partai lain, ya tanya saja sama beliau mau pakai KTA mana,” ucap Wakil Ketua DPRD Jawa Barat ini. (daz)

Comments

comments