Herman Suherman Terganjal Aturan

0
153

CIANJUR, patas.id – Nama Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, muncul sebagai bakal calon bupati dalam rapat pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Selasa (4 Februari 2020). Namun, usulan tersebut terganjal aturan internal yang mensyaratkan bakal calon harus kader aktif dan tidak mencalonkan di partai lain.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Mohammad Isnaeni, menuturkan, pada aturan dalam juklak dan juknis AD/ART Partai Golkar disebutkan bahwa bakal calon harus kader aktif dari mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Hal tersebut dibuktikan pula dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA).

“Kan yang bersangkutan (Herman Suherman) sudah memiliki KTA dari partai lain. Artinya, secara aturan sudah bukan kader Partai Golkar,” ujar Isnaeni kepada wartawan, Selasa (4 Februari 2020).

Selain itu, kata Isnaeni, dalam juklak dan juknis pencalonan juga disebutkan bahwa para bakal calon yang diusulkan Partai Golkar harus menandatangani syarat untuk tidak mencalonkan diri di partai lain.

“Faktanya, beliau kan sudah mendaftar ke beberapa partai lain. Apakah beliau mau membatalkan pendaftaran tersebut?” tutur Isnaeni.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Pencalonan, Atep Hermawan Permana, menjelaskan, hasil verifikasi sudah jelas nama Herman Suherman, tidak lolos sebagai bakal calon dari Partai Golkar karena terganjal aturan.

“Aturannya jelas dan mengikat bahwa bakal calon harus kader aktif dan tidak mendaftar ke partai lain,” kata Atep.

Atep menerangkan, pihaknya bertugas untuk memverifikasi nama-nama yang diusulkan dalam rapat pleno. Hasilnya, dari 5 nama yang diusulkan, hanya 4 nama yang lolos untuk dibawa ke rapat pleno tingkat provinsi di DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Empat nama yang lolos adalah Ade Barkah Surahman, Tb Mulyana Syahrudin, Ishfan Taufik Munggaran, dan Deden Nasihin,” tegas Atep. (daz)

Comments

comments